Kementerian LHK Deteksi 610 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Tengah (Sabtu, 17 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 610 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 218 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (17/1/2026) pukul 11.02 WIB. Dari 610 titik panas terdeteksi, 21 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 581 titik skala sedang, dan 8 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Gempa Bumi Berkekuatan 4.7 M Guncang Kepulauan Bonin, Wilayah)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 115 titik. Kalimantan Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 97 titik. Sulawesi Tenggara berada di posisi ketiga sebanyak 80 titik panas.
Sebanyak 66 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Sulawesi Tengah menyusul dengan 64 titik panas, serta Sulawesi Selatan dan Aceh masing-masing memiliki 61 dan 29 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Inilah 10 Gempa Bumi Terbesar Sepanjang Sejarah, Dua di Antaranya dari Indonesia)