Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (M-To-M) Provinsi Bengkulu pada Oktober 2025 sebesar 0.18 persen, turun 0.79 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0.97 persen. Dalam dua tahun terakhir, inflasi Bengkulu mengalami perubahan yang fluktuatif, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada Mei 2025 sebesar 1.31 persen dan penurunan terendah pada Agustus 2024 turun 0.7 persen. Rata-rata inflasi tiga bulan terakhir (Agustus-Oktober 2025) adalah 0.227 persen, yang lebih baik dibandingkan rata-rata lima bulan terakhir (Juni-Oktober 2025) turun 0.022 persen. Dalam rentang lima bulan terakhir, nilai inflasi tertinggi tercatat pada Mei 2025 (1.31 persen) dan terendah pada Juli 2025 (-0.53 persen).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku Utara 2015 - 2024)
Pada Oktober 2025, Provinsi Bengkulu menempati peringkat ke-5 di Pulau Sumatera untuk indikator inflasi bulanan, dan peringkat ke-17 se-Indonesia. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, Lampung menempati peringkat ke-4 dengan nilai inflasi 0.23 persen, sedangkan Sumatera Selatan berada di peringkat ke-6 dengan nilai 0.13 persen. Secara nasional, Maluku Utara menempati peringkat ke-14 dengan inflasi 0.29 persen, Kalimantan Barat di peringkat ke-18 dengan 0.17 persen, dan Bali di peringkat ke-19 dengan 0.16 persen.
Provinsi Maluku Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Provinsi Maluku Utara pada periode terkini sebesar 0.29 persen, dengan selisih nilai 0.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 0.04 persen. Rata-rata inflasi tiga bulan terakhir di provinsi ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, dengan pertumbuhan turun 825 persen dibandingkan dua bulan sebelumnya yang turun 1.9 persen. Secara nasional, Maluku Utara menempati peringkat ke-14 untuk indikator inflasi bulanan, sedangkan di Pulau Maluku provinsi ini menempati peringkat ke-1. Nilai inflasi Maluku Utara lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain seperti Kalimantan Barat (0.17 persen), Bali (0.16 persen), dan Sumatera Selatan (0.13 persen), namun lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi di Provinsi Bengkulu pada tiga bulan terakhir. Perkembangan inflasi di Maluku Utara menunjukkan adanya peningkatan yang cukup besar dibandingkan bulan sebelumnya, yang menunjukkan perubahan kondisi ekonomi lokal yang memengaruhi harga barang dan jasa di wilayah tersebut.
Provinsi Lampung
Provinsi Lampung menempati peringkat ke-4 di Pulau Sumatera untuk indikator inflasi bulanan pada periode terkini, dengan nilai inflasi sebesar 0.23 persen. Selisih nilai inflasi Lampung dibandingkan bulan sebelumnya adalah 0.07 persen, dengan nilai bulan sebelumnya sebesar 0.16 persen dan nilai dua bulan sebelumnya turun 1.47 persen. Pertumbuhan inflasi di Lampung mencapai 43.75 persen dibandingkan kondisi dua bulan sebelumnya, yang menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dalam harga barang dan jasa di provinsi ini. Secara nasional, Lampung menempati peringkat ke-16, dengan nilai inflasi yang lebih tinggi dibandingkan Sumatera Selatan (0.13 persen) dan Bengkulu (0.18 persen), namun lebih rendah dibandingkan Maluku Utara (0.29 persen). Rata-rata inflasi tiga bulan terakhir di Lampung menunjukkan tren yang stabil, dengan perubahan nilai yang tidak terlalu ekstrem dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, yang menunjukkan kondisi ekonomi lokal yang relatif terkontrol.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Gorontalo Utara | 2024)
Provinsi Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat ke-3 di Pulau Kalimantan untuk indikator inflasi bulanan pada periode terkini, dengan nilai inflasi sebesar 0.17 persen. Selisih nilai inflasi provinsi ini dibandingkan bulan sebelumnya adalah 0.06 persen, dengan nilai bulan sebelumnya sebesar 0.11 persen dan nilai dua bulan sebelumnya turun 0.26 persen. Pertumbuhan inflasi di Kalimantan Barat mencapai 54.55 persen dibandingkan kondisi dua bulan sebelumnya, yang menunjukkan adanya peningkatan harga yang cukup signifikan di wilayah tersebut. Secara nasional, Kalimantan Barat menempati peringkat ke-18, dengan nilai inflasi yang lebih rendah dibandingkan Maluku Utara (0.29 persen), Lampung (0.23 persen), dan Bengkulu (0.18 persen), namun lebih tinggi dibandingkan Bali (0.16 persen) dan Sumatera Selatan (0.13 persen). Rata-rata inflasi tiga bulan terakhir di Kalimantan Barat menunjukkan tren yang positif, dengan nilai yang terus meningkat secara bertahap dari bulan ke bulan, yang menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin membaik di provinsi ini.
Provinsi Bali
Provinsi Bali menempati peringkat ke-2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali untuk indikator inflasi bulanan pada periode terkini, dengan nilai inflasi sebesar 0.16 persen. Selisih nilai inflasi Bali dibandingkan bulan sebelumnya adalah 0.17 persen, dengan nilai bulan sebelumnya turun 0.01 persen dan nilai dua bulan sebelumnya turun 0.39 persen. Pertumbuhan inflasi di Bali turun 1700 persen dibandingkan kondisi dua bulan sebelumnya, yang menunjukkan adanya perubahan yang ekstrem dari penurunan ke kenaikan dalam rentang waktu singkat. Secara nasional, Bali menempati peringkat ke-19, dengan nilai inflasi yang lebih rendah dibandingkan Maluku Utara (0.29 persen), Lampung (0.23 persen), Bengkulu (0.18 persen), dan Kalimantan Barat (0.17 persen), namun lebih tinggi dibandingkan Sumatera Selatan (0.13 persen). Rata-rata inflasi tiga bulan terakhir di Bali menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup besar, dengan nilai yang berubah dari negatif ke positif, yang kemungkinan dipengaruhi oleh aktivitas pariwisata yang berfluktuasi di provinsi ini.
Provinsi Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat ke-6 di Pulau Sumatera untuk indikator inflasi bulanan pada periode terkini, dengan nilai inflasi sebesar 0.13 persen. Selisih nilai inflasi provinsi ini dibandingkan bulan sebelumnya adalah -0.14 persen, dengan nilai bulan sebelumnya sebesar 0.27 persen dan nilai dua bulan sebelumnya turun 0.04 persen. Pertumbuhan inflasi di Sumatera Selatan turun 51.85 persen dibandingkan kondisi dua bulan sebelumnya, yang menunjukkan adanya penurunan nilai inflasi yang cukup signifikan di wilayah tersebut. Secara nasional, Sumatera Selatan menempati peringkat ke-20, dengan nilai inflasi yang lebih rendah dibandingkan semua provinsi lain yang dibandingkan, termasuk Maluku Utara (0.29 persen), Lampung (0.23 persen), Bengkulu (0.18 persen), Kalimantan Barat (0.17 persen), dan Bali (0.16 persen). Rata-rata inflasi tiga bulan terakhir di Sumatera Selatan menunjukkan tren yang menurun, dengan nilai yang terus berkurang dari bulan ke bulan, yang menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin stabil dengan harga barang dan jasa yang tidak terlalu fluktuatif di provinsi ini.