Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah semester 2025 sebesar 3,33 persen. Angka ini naik sedikit 0,08 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 2.890 jiwa, meningkat 100 jiwa dari tahun 2024. Posisi rank persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 494 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bogor | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 10,08 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 3,01 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 15,21 persen, sementara penurunan terbesar terjadi tahun 2007 sebesar 23,02 persen.
Secara rata-rata 3 tahun terakhir, persentase kemiskinan Lamandau berada pada angka 3,23 persen. Untuk rata-rata 5 tahun terakhir, angka rata-rata tercatat 3,32 persen. Posisi rank nasional wilayah ini secara konsisten berada di urutan bawah dalam daftar persentase kemiskinan, menunjukkan angka kemiskinan yang lebih rendah dibanding mayoritas wilayah di Indonesia.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Berada di peringkat 466 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,27 persen dengan pertumbuhan naik 3,89 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.180 jiwa, garis kemiskinan berada pada 558,96 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 121,22 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 9,87 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi | 2004 - 2025)
Kota Palangkaraya
Peringkat 487 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 3,62 persen, naik 2,84 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 11.160 jiwa, garis kemiskinan sebesar 587,08 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 89,94 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,29 persen.
Kabupaten Sukamara
Memiliki peringkat 472 nasional untuk persentase kemiskinan sebesar 4,02 persen, angka ini turun sedikit 2,9 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 2.870 jiwa, garis kemiskinan wilayah ini menjadi yang tertinggi di kelompok perbandingan yaitu 704,45 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 102,44 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,93 persen.