Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 4,32 persen, naik 18,36 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.050 jiwa, bertambah 3.570 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Kep. Konawe Rp.53,97 Juta)
Catatan historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2004 dengan 9,65 persen, sedangkan terendah tercatat pada 2024 dengan 3,65 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar 18,36 persen, dan terendah pada 2008 dengan penurunan 38,99 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Muaro Jambi secara nasional saat ini berada di urutan 463 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam kurun 5 tahun terakhir, ranking wilayah ini pernah mencapai posisi terbaik 493 pada tahun 2024, sebelum bergeser turun 30 peringkat pada tahun 2025.
Kabupaten Bungo
Berada di urutan 419 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,17 persen dengan pertumbuhan sedikit naik 2,17 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 20.730 jiwa, garis kemiskinan berada di 619,46 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,85 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan tahunan 5,90 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Balikpapan 343,97 Ribu dan Angka Pengangguran 6,22%)
Kabupaten Kerinci
Peringkat 306 nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 7,48 persen dengan pertumbuhan naik 7,94 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.280 jiwa, garis kemiskinan berada di 617,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 61,23 juta rupiah per tahun, tumbuh 6,85 persen tiap tahun.
Kota Sungai Penuh
Menempati urutan 495 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,23 persen dan tumbuh naik 10,62 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 2.870 jiwa, menjadi yang terendah di kelompok ini. Garis kemiskinan berada di 622,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 108,70 juta rupiah per tahun, tertinggi diantara wilayah perbandingan.
Kabupaten Tebo
Peringkat 384 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini menjadi satu-satunya yang mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 2,45 persen dengan angka akhir 5,97 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.100 jiwa, garis kemiskinan 602,10 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 69,02 juta rupiah per tahun tumbuh 7,58 persen.