Provinsi Jawa Barat pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 664,67 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 66 barang-barang dari mineral bukanligam dari provinsi ini pada Februari 2026 mengalami peningkatan menjadi 64,47 juta ton.
Peningkatan nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus mengalami peningkatan. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 51,74 juta ton.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA NEGERI 10 DEPOK 2025)
Jawa Barat dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: Tenaga Listrik yang Dibangkitkan Periode 2013-2024)
Data historis 29 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Barat dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Mei 2025 sebesar 72,74 juta ton dan terendahnya terjadi pada Desember 2024 dengan volume ekspor 50,05 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Barat menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode lain lain 240,61 juta ton
- SITC kode 78 kendaraan bermotor untuk jalan raya 87,76 juta ton
- SITC kode 64 kertas, kertas karton dan olahannya 70,94 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 64,47 juta ton
- SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 34,11 juta ton
- SITC kode 62 barang-barang karet 26,11 juta ton
- SITC kode 77 mesin listrik, aparat dan alat-alatnya 19,78 juta ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 17,07 juta ton
- SITC kode 67 besi dan baja 14,43 juta ton
- SITC kode 84 pakaian 12,86 juta ton