Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan data kemiskinan Kabupaten Wonogiri semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 9,59 persen, turun 1,12 persen dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 10,46 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 91.900 jiwa, berkurang 10.670 jiwa dibandingkan 2024.
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 dengan angka 27,01 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peringkat kemiskinan se-Indonesia wilayah ini berada di urutan 235 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Pertumbuhan penurunan kemiskinan 2025 merupakan penurunan terbesar dalam catatan 21 tahun terakhir.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Jember Bulan April Naik 0,08%)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Wonogiri tercatat 10,41 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 11,05 persen. Angka 2025 berada jauh di bawah kedua nilai rata-rata tersebut. Peringkat nasional sempat berada di posisi 245 pada 2019, kemudian secara bertahap bergeser hingga posisi 235 pada tahun ini.
Kabupaten Blora
Berada di peringkat 190 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 10,58 persen dengan penurunan sebesar 7,36 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 92.010 jiwa, hanya berselisih 110 jiwa lebih banyak dibandingkan Wonogiri. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 492,11 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,55 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Boyolali
Peringkat 261 nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,71 persen dengan penurunan 9,55 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 86.970 jiwa, lebih sedikit 4.930 jiwa dibandingkan Wonogiri. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 464,63 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 44,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Cilacap
(Baca: Indeks Literasi Keuangan di Bengkulu | 2019)
Dengan peringkat 238 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 9,41 persen dengan penurunan sebesar 11,89 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 164.220 jiwa, hampir dua kali lipat jumlah penduduk miskin Wonogiri. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 469,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tertinggi di kelompok ini yaitu 69,74 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Karanganyar
Menempati peringkat 268 nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,48 persen dengan penurunan 11,57 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin berjumlah 77.660 jiwa, menjadi jumlah terkecil di kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan wilayah ini tertinggi yaitu 523,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 56,88 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Magelang
Peringkat 226 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 9,90 persen dengan penurunan sebesar 8,59 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 132.210 jiwa, lebih banyak 40.310 jiwa dibandingkan Wonogiri. Garis kemiskinan terendah di kelompok ini yaitu 454,59 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 34,75 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purworejo
Berada di peringkat 218 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,06 persen dengan penurunan sebesar 7,45 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 72.180 jiwa, lebih sedikit 19.720 jiwa dibandingkan Wonogiri. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 496,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita terendah di kelompok yaitu 33,04 juta rupiah per tahun.