Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Literasi Keuangan Provinsi Bengkulu mencapai 34,12 persen pada akhir tahun 2019. Berdasarkan data historis periode 2016 hingga 2019, nilai indeks ini mengalami kenaikan sebesar 6,48 persen dari posisi tahun 2016 sebesar 27,64 persen, dengan total pertumbuhan mencapai 23,44 persen selama periode pengamatan. Tren pergerakan nilai indeks tercatat konsisten naik sepanjang periode data, tanpa pernah mengalami penurunan sama sekali.
(Baca: Jumlah Penduduk Miskin di Jambi 1999 - 2025)
Secara peringkat, Bengkulu mengalami penurunan posisi di lingkup Pulau Sumatera dari peringkat 7 tahun 2016 menjadi peringkat 9 pada tahun 2019. Sementara itu pada skala nasional, peringkat provinsi ini juga turun dari posisi 19 menjadi peringkat 28 se-Indonesia meskipun nilai indeks literasi keuangan secara absolut mengalami peningkatan. Nilai indeks tahun 2019 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai indeks sepanjang periode pengamatan yang mencapai 30,88 persen.
Kenaikan tertinggi nilai indeks literasi keuangan Bengkulu tercatat terjadi pada periode 2016 ke 2019, sebagai satu-satunya periode perubahan data yang tercatat. Tidak ditemukan periode penurunan nilai indeks sepanjang catatan data yang tersedia. Selisih kenaikan nilai pada periode tersebut merupakan satu-satunya pergerakan nilai yang tercatat untuk indikator ini di provinsi Bengkulu.
Jambi
Provinsi Jambi menempati peringkat 8 di Pulau Sumatera dan peringkat 25 secara nasional untuk Indeks Literasi Keuangan tahun 2019, dengan nilai akhir tercatat 35,17 persen. Nilai ini meningkat sebesar 8,26 persen dibandingkan periode sebelumnya, menghasilkan pertumbuhan sebesar 30,69 persen. Posisi nilai Jambi berada di atas nilai Bengkulu, dengan selisih pertumbuhan yang lebih tinggi 7,25 poin persentase dibandingkan pertumbuhan yang dicapai Bengkulu pada periode yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan nilai Indeks Literasi Keuangan sebesar 34,91 persen pada tahun tercatat, menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 26 secara nasional. Nilai ini berada 0,79 poin persen di atas nilai Bengkulu, menempatkan Sulawesi Barat satu peringkat di atas Bengkulu dalam daftar peringkat nasional. Tidak terdapat data pergerakan periode sebelumnya yang tercatat untuk provinsi ini pada dataset yang tersedia.
Nusa Tenggara Barat
(Baca: PDRB Pengeluaran Net Ekspor di Gorontalo | 2025)
Nusa Tenggara Barat mencatatkan pertumbuhan Indeks Literasi Keuangan tertinggi di antara seluruh wilayah pembanding, mencapai 61,54 persen dengan kenaikan nilai sebesar 13,2 persen dibanding periode sebelumnya. Nilai akhir indeks provinsi ini tercatat 34,65 persen, menempati peringkat 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 27 nasional, satu posisi di atas Bengkulu. Pertumbuhan yang dicapai Nusa Tenggara Barat hampir tiga kali lipat pertumbuhan Bengkulu pada periode yang sama.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat 5 di Pulau Sulawesi dan peringkat 29 secara nasional, satu posisi di bawah Bengkulu, dengan nilai Indeks Literasi Keuangan akhir sebesar 32,46 persen. Nilai ini meningkat 4,1 persen dibanding periode sebelumnya, dengan total pertumbuhan mencapai 14,46 persen. Pertumbuhan yang dicapai Sulawesi Selatan tercatat lebih rendah 8,98 poin persentase dibandingkan pertumbuhan yang berhasil dicapai oleh Provinsi Bengkulu pada periode pengamatan yang sama.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo mencatatkan pertumbuhan Indeks Literasi Keuangan sebesar 33,63 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 7,86 persen dibandingkan periode sebelumnya. Nilai akhir indeks wilayah ini tercatat 31,23 persen, menempati peringkat 6 di Pulau Sulawesi dan peringkat 30 secara nasional, dua posisi di bawah Bengkulu. Pertumbuhan Gorontalo tercatat lebih tinggi 10,19 poin persentase dibandingkan pertumbuhan Bengkulu meskipun nilai absolut indeksnya masih berada di bawah Bengkulu.
Lampung
Lampung menempati peringkat 10 di Pulau Sumatera dan peringkat 31 secara nasional, dengan nilai Indeks Literasi Keuangan akhir tercatat 30,97 persen. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,06 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan total pertumbuhan mencapai 15,09 persen. Posisi Lampung berada dua peringkat di bawah Bengkulu di lingkup Pulau Sumatera, sekaligus mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah 8,35 poin persentase dibandingkan Bengkulu.