Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB Pengeluaran Net Ekspor Gorontalo harga konstan 2010 hingga akhir tahun 2025. Pada tahun 2025, nilai indikator ini tercatat turun 2507,1 Rp juta, menjadi nilai tertinggi sepanjang periode pengamatan 16 tahun sejak 2010. Dibandingkan tahun sebelumnya, nilai ini naik sebesar 361,5 Rp juta dengan pertumbuhan sebesar 12,6 persen. Tren keseluruhan data historis menunjukkan arah naik, dengan titik terendah pernah tercatat pada tahun 2016 dengan nilai -4018,02 Rp juta.
(Baca: Nilai Ekspor SITC Logam tidak Mengandung Besi Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode Agustus 2025-Februari 2026)
Selama tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan indikator ini turun 7,40 persen per tahun, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang tercatat -5,66 persen. Perubahan total nilai sejak periode awal 2010 hingga 2025 mengalami peningkatan sebesar 21,81 persen. Secara historis, kenaikan tertinggi antar tahun terjadi pada tahun 2020 dengan penambahan nilai sebesar 548,51 Rp juta, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2014 dengan pengurangan nilai 400,06 Rp juta.
Pada tahun 2025, Gorontalo menempati urutan ke-6 dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi untuk indikator ini, posisi peringkat ini sama seperti yang tercatat sejak tahun 2018. Secara nasional, Gorontalo berada di peringkat 27 dari seluruh provinsi di Indonesia, tidak mengalami perubahan peringkat dibandingkan tahun 2024. Nilai net ekspor Gorontalo masih berada di atas rata-rata keseluruhan periode pengamatan selama 16 tahun.
Data menunjukkan fluktuasi pergerakan nilai dengan pola jelas: pada periode 2010 hingga 2016 nilai cenderung menurun mencapai titik terendah, kemudian sejak tahun 2017 nilai secara bertahap menunjukkan perbaikan hingga tahun 2025. Dari 15 periode perubahan antar tahun, tercatat 7 kali periode kenaikan nilai, 8 kali periode penurunan nilai, dan tidak ada periode stagnan. Kemiringan tren linear selama seluruh periode menunjukkan penambahan nilai rata-rata sebesar 46,55 Rp juta setiap tahunnya.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat 24 secara nasional dan peringkat 5 di Pulau Jawa untuk indikator PDRB Net Ekspor tahun 2025. Nilai indikator di provinsi ini tercatat sebesar 4535,44 Rp juta, mengalami peningkatan sebesar 639,99 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan mencapai 16,43 persen. Nilai ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara wilayah yang dibandingkan, menunjukkan posisi net ekspor yang positif jauh di atas nilai yang dicatat Gorontalo pada periode yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat berada pada peringkat 25 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi untuk tahun 2025. Nilai PDRB Net Ekspor provinsi ini tercatat sebesar 3930,85 Rp juta, mengalami kenaikan sangat besar sebesar 1738,98 Rp juta dibandingkan periode sebelumnya dengan pertumbuhan mencapai 79,34 persen. Peringkat Sulawesi Barat satu tingkat di atas Gorontalo di dalam Pulau Sulawesi, dengan nilai indikator yang positif sementara Gorontalo masih mencatatkan nilai negatif.
(Baca: Nilai Ekspor Kopi Teh Coklat Rempah Rempah Provinsi Nusa Tenggara Timur Februari 2026)
Lampung
Lampung menempati urutan 26 secara nasional dan peringkat 8 di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Nilai indikator PDRB Net Ekspor Lampung tahun 2025 tercatat turun 150,08 Rp juta, mengalami peningkatan sebesar 207,12 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 57,98 persen. Meskipun masih mencatatkan nilai negatif, nilai Lampung masih jauh lebih baik dibandingkan nilai yang dicatat oleh Provinsi Gorontalo pada tahun yang sama.
Aceh
Aceh berada pada peringkat 28 secara nasional dan peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera untuk indikator ini. Nilai PDRB Net Ekspor Aceh tahun 2025 tercatat turun 4011,06 Rp juta, mengalami peningkatan sebesar 3501,91 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan negatif 46,61 persen. Nilai yang dicatatkan Aceh lebih buruk dibandingkan Gorontalo, dengan posisi peringkat nasional satu tingkat di bawah Gorontalo pada tahun 2025.
Maluku
Maluku menempati urutan 29 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Kepulauan Maluku. Nilai PDRB Net Ekspor Maluku tahun 2025 tercatat turun 5096,21 Rp juta, mengalami peningkatan sebesar 1515,68 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan negatif sebesar 22,92 persen. Peringkat nasional Maluku berada dua tingkat di bawah Gorontalo, dengan nilai net ekspor yang jauh lebih rendah dibandingkan catatan Gorontalo tahun 2025.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat berada pada peringkat 30 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Nilai PDRB Net Ekspor provinsi ini tercatat turun 5527,24 Rp juta, mengalami peningkatan sebesar 1097,06 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan negatif sebesar 16,56 persen. Provinsi ini menjadi wilayah dengan nilai terendah dan peringkat paling bawah di antara seluruh wilayah yang dibandingkan dalam data ini.