Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Bombana Turun 1,1% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara mencapai 8,94% pada 2025.
Angka tersebut turun 1,1% dari tahun sebelumnya sebesar 10,04%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,49%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Bombana lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bombana yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,94% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, PoU di Kabupaten Bombana ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Kolaka (4,18%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Muna (17,1%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2025.
- Kabupaten Kolaka: 4,18%
- Kabupaten Konawe Utara: 5,08%
- Kabupaten Kolaka Utara: 5,13%
- Kabupaten Konawe: 6,73%
- Kota Kendari: 7,33%
- Kabupaten Kolaka Timur: 7,37%
- Kabupaten Wakatobi: 8,0%
- Kabupaten Bombana: 8,94%
- Kabupaten Buton Selatan: 9,93%
- Kota Bau Bau: 10,05%
(Baca: Proporsi Penduduk Anak Usia Dini di 38 Provinsi Indonesia Maret 2025)