Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kepulauan Yapen Capai 30,31% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua mencapai 30,31% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,26% dari tahun sebelumnya sebesar 28,05%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 3,15%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kepulauan Yapen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kepulauan Yapen yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 30,31% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua, PoU di Kabupaten Kepulauan Yapen ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Jayapura (12,49%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamberamo Raya (59,17%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua pada 2025.
- Kota Jayapura: 12,49%
- Kabupaten Jayapura: 23,38%
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 30,31%
- Kabupaten Waropen: 33,62%
- Kabupaten Supiori: 34,01%
- Kabupaten Biak Numfor: 34,26%
- Kabupaten Sarmi: 35,73%
- Kabupaten Keerom: 39,89%
- Kabupaten Mamberamo Raya: 59,17%
(Baca: 10 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak Dunia 2023, Indonesia Memimpin!)