- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua Barat periode 2018 hingga 2025. Selama 2018-2022 jumlah sekolah stabil bertahap dari 122 unit mencapai puncak 131 unit pada 2022, kemudian turun drastis menjadi 64 unit pada 2023, lalu naik 2 unit menjadi 66 unit pada tahun 2024. Hingga tahun 2025, data jumlah sekolah SMA untuk provinsi ini belum tercatat.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA5 Kota Depok 2025)
Berdasarkan data pendukung tahun 2024, tercatat terdapat 45 unit SMA Negeri dan 21 unit SMA Swasta di Papua Barat. SMA Negeri mengalami kenaikan 4,7% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah SMA Swasta stagnan tidak ada perubahan. Secara proporsi, 68,2% seluruh sekolah SMA di provinsi ini merupakan sekolah negeri, sisanya 31,8% adalah sekolah swasta.
Jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Papua Barat tercatat 54.480 jiwa pada tahun 2022, kemudian turun menjadi 27.620 jiwa pada tahun 2023. Secara urutan nasional, provinsi ini sebelumnya berada di peringkat 33 untuk indikator ini, hingga turun menjadi urutan 38 pada tahun 2023. Penurunan drastis jumlah penduduk usia sekolah ini bertepatan dengan penurunan jumlah unit sekolah SMA di wilayah yang sama.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan di Jambi | 2025)
Pada tahun 2024, jumlah guru SMA di Papua Barat tercatat sebanyak 1.378 orang, mengalami kenaikan 7,2% dibandingkan tahun 2023 yang hanya berjumlah 1.285 orang. Jumlah kepala sekolah dan guru di SMA Negeri tercatat 1.062 orang atau naik 11,3% setahun sebelumnya, sementara pada SMA Swasta justru mengalami penurunan 4,5% menjadi 316 orang.
Tercatat pula Angka Partisipasi Murni SMA wilayah ini pada tahun 2025 sebesar 57, turun 5,8 poin dari tahun sebelumnya yang mencapai 61. Penurunan partisipasi sekolah ini menjadi catatan penting meski jumlah tenaga guru negeri mengalami pertumbuhan positif dalam periode yang sama.