Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Dompu, pada 2025 tercatat Rp9705 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp9064 miliar.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 2,95%.
(Baca: Harga Telur Ayam Ras Segar di Pasar Modern Periode Mei 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 270,66 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp38.110 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 374.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Dompu pada 2025 mencatatkan nilai sebesar Rp3,92 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 6,59% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,59 jutajuta.
Setelahnya sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 5,28% menjadi Rp1,58 jutajuta, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 3,61% menjadi Rp845,25 ribujuta.
Terakhir, PDRB di Kabupaten Dompu, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp481,19 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 1,75% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp462,33 ribujuta.
(Baca: Harga Daging Ayam di Sumatera Barat Rp.60.250 per Kg (Jumat, 8 Mei 2026))
Distribusi PDRB di Kabupaten Dompu pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Dompu ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 38,42%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.