Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2024 mencapai 350357 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 15,7 persen dibandingkan tahun 2023. Selisih penambahan nilai pengeluaran tahun ini mencapai 47582 rupiah per orang setiap bulannya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Periode 2013-2024)
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, catatan pengeluaran kategori ini menunjukkan pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan 17,2 persen, kemudian pada tahun 2020 turun sebesar 11,8 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan 62,7 persen. Setelah itu pada tahun 2022 terjadi penurunan sebesar 7,5 persen, lalu kembali naik pada tahun 2023 sebesar 29 persen hingga mencapai nilai tahun 2024.
Untuk peringkat se-provinsi Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 7 dari 38 kabupaten dan kota di wilayah ini. Urutan di atas Banyuwangi secara berurutan adalah Kota Surabaya, Kota Madiun, Kota Malang, Kabupaten Situbondo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo. Secara nasional, Kabupaten Banyuwangi menempati peringkat ke 85 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Secara pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan ke 30.
Data perbandingan menunjukkan Kota Surabaya mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi se-Jawa Timur pada tahun 2024 dengan nilai 723548 rupiah per kapita per bulan. Setelah itu diikuti Kota Madiun dengan 444047 rupiah, Kota Malang 419184 rupiah, Kabupaten Situbondo 418514 rupiah dan Kota Pasuruan 407139 rupiah. Dari seluruh wilayah yang dicatat, hanya 6 kabupaten kota yang memiliki nilai pengeluaran di atas Kabupaten Banyuwangi.
Pengeluaran Makanan Per Kapita
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kategori makanan di Kabupaten Banyuwangi mencapai 794027 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 39,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori ini, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 7 se-provinsi Jawa Timur. Peringkat ini berada di atas wilayah lain seperti Kabupaten Lumajang, Kota Kediri dan Kabupaten Lamongan. Kenaikan nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kategori makanan di seluruh wilayah Jawa Timur tahun 2024.
(Baca: Tenaga Farmasi Periode 2013-2023)
Pengeluaran Bukan Makanan Per Kapita
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kategori bukan makanan di Kabupaten Banyuwangi mencapai 722265 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 37,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori ini, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 12 se-provinsi Jawa Timur. Pertumbuhan nilai kategori bukan makanan di wilayah ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara 38 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur pada periode yang sama.
Total Pengeluaran Masyarakat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Banyuwangi mencapai 1516292 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori total pengeluaran ini, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 11 se-provinsi Jawa Timur. Posisi ini menunjukan bahwa daya beli masyarakat Kabupaten Banyuwangi berada di sepertiga teratas seluruh wilayah di Jawa Timur.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Banyuwangi selalu berada di atas angka 10 persen setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2020 dan 2022 yang mengalami penurunan. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir mencapai angka 20,1 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang mencapai 17,5 persen.