Daftar Prevalensi Balita Stunting di Indonesia pada 2022, Provinsi Mana Teratas?

Layanan konsumen & Kesehatan
1
Cindy Mutia Annur 02/02/2023 11:07 WIB
Prevalensi Balita Stunting Indonesia Berdasarkan Provinsi (2022)
databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022. Angka ini turun 2,8 poin dari tahun sebelumnya.

Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menempati posisi teratas dengan angka balita stunting sebesar 35,3%. Meski masih bertengger di posisi puncak, namun prevalensi balita stunting di NTT menurun dari 2021 yang sebesar 37,8%.

Selanjutnya, Sulawesi Barat di peringkat kedua dengan prevalensi balita stunting sebesar 35%. Lalu, Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat memiliki prevalensi balita stunting masing-masing sebesar 34,6% dan 32,7%.

Terdapat 18 provinsi dengan prevalensi balita stunting di atas rata-rata angka nasional. Sisanya, 16 provinsi berada di bawah rata-rata angka stunting nasional.

Di sisi lain, Bali menempati peringkat terbawah alias prevalensi balita stunting terendah nasional. Persentasenya hanya 8% atau jauh di bawah angka stunting nasional pada 2022.

Berikut prevalensi balita stunting di Indonesia berdasarkan provinsi pada 2022:

  1. Nusa Tenggara Timur: 35,3%
  2. Sulawesi Barat: 35%
  3. Papua: 34,6%
  4. Nusa Tenggara Barat: 32,7%
  5. Aceh: 31,2%
  6. Papua Barat: 30%
  7. Sulawesi Tengah: 28,2%
  8. Kalimantan Barat: 27,8%
  9. Sulawesi Tenggara: 27,7%
  10. Sulawesi Selatan: 27,2%
  11. Kalimantan Tengah: 26,9%
  12. Maluku Utara: 26,1%
  13. Maluku: 26,1%
  14. Sumatera Barat: 25,2%
  15. Kalimantan Selatan: 24,6%
  16. Kalimantan Timur: 23,9%
  17. Gorontalo: 23,8%
  18. Kalimantan Utara: 22,1%
  19. Sumatera Utara: 21,1%
  20. Jawa Tengah: 20,8%
  21. Sulawesi Utara: 20,5%
  22. Jawa Barat: 20,2%
  23. Banten: 20%
  24. Bengkulu: 19,8%
  25. Jawa Timur: 19,2%
  26. Sumatera Selatan: 18,6%
  27. Kep Bangka Belitung: 18,5%
  28. Jambi: 18%
  29. Riau: 17%
  30. DI Yogyakarta: 16,4%
  31. Kepulauan Riau: 15,4%
  32. Lampung: 15,2%
  33. DKI Jakarta: 14,8%
  34. Bali: 8%

Meski mengalami penurunan, Presiden Joko Widodo mengatakan masih harus ada upaya keras untuk menurunkan angka prevalensi stunting nasional lebih drastis. "Target yang saya sampaikan 14% di tahun 2024. Ini harus bisa kita capai, saya yakin dengan kekuatan kita bersama semuanya bisa bergerak,” ujar Presiden Joko Widodo, dikutip dari Katadata.co.id, Rabu (25/1/2023).

Menurut Jokowi, stunting bukan hanya urusan tinggi badan anak. Hal yang perlu diwaspadai menurut Presiden adalah menurunnya kemampuan belajar anak, keterbelakangan mental, dan munculnya penyakit-penyakit kronis. 

Adapun hasil SSGI merupakan salah satu sarana untuk mengukur target stunting di Indonesia. Sebelumnya, SSGI diukur 3 tahun sekali sampai 5 tahun sekali. Kemenkes mengatakan, mulai 2021 SSGI dilakukan setiap tahun.

(Baca: Angka Stunting Indonesia Turun pada 2022, Rekor Terbaik Dekade Ini)

Data Populer
Lihat Semua