Terancam Bangkrut, Ini Kondisi Ekonomi Makro Sri Lanka dan Pakistan

PDB
Penulis
Viva Budy Kusnandar 13/07/2022 17:10 WIB
Indikator Ekonomi Makro Sri Lanka dan Pakistan (11 Juli 2022*)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Utang penanggulangan pandemi Covid-19 yang kian membengkak, pelemahan mata uang, serta lonjakan harga pangan dan energi yang memicu inflasi tinggi, telah mendorong sejumlah negara ke ambang kebangkrutan.

Salah satu negara yang mengalami krisis tersebut adalah Sri Lanka. Negara di Asia Selatan ini terancam bangkrut akibat krisis keuangan yang telah berubah menjadi krisis multidimensi.

Berikut rincian kondisi ekonomi makro Sri Lanka sampai 11 Juli 2022, atau periode data terakhir yang tersedia:

  • Inflasi per Juni 2022: 54,60% (yoy)
  • Pertumbuhan Ekonomi per Maret 2022: -1,40% (yoy)
  • Pelemahan Mata Uang terhadap dolar AS per 11 Juli 2022: 77,56% (ytd)
  • Rasio Utang terhadap PDB per Desember 2021: 117%

Negara Asia Selatan lainnya, yakni Pakistan juga mengalami hal serupa. Kenaikan harga barang, yang dibarengi dengan melemahnya mata uang Pakistan terhadap dolar AS, membuat beban hidup masyarakat di negeri tersebut semakin berat.

Berikut rincian kondisi ekonomi makro Pakistan sampai 11 Juli 2022, atau periode data terakhir yang tersedia:

  • Inflasi per Juni 2022: 21,3% (yoy)
  • Pertumbuhan Ekonomi per Desember 2021: 3,9% (yoy)
  • Pelemahan Mata Uang terhadap dolar AS per 11 Juli 2022: 17,6% (ytd)
  • Rasio Utang terhadap PDB per Desember 2021: 84%

(Baca Juga: 10 Negara dengan Inflasi Tertinggi, Ada yang Tembus 200%)

 

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
see more
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.