Menurut data Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikaji Mandiri Institute, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mencapai 46,7 juta orang pada 2025. Angkanya turun 2,5% dari 2024 yang sebesar 47,9 juta orang.
Mandiri Institute juga menganalisis, ada 10 provinsi yang mengalami penurunan jumlah kelas menengah terbanyak pada 2025.
Urutan pertama ditempati Sumatera Selatan dengan penurunan signifikan hingga 693 ribu orang pada 2025.
Selanjutnya ada Banten yang ambles 268 ribu orang dan Jawa Tengah yang turun 161 ribu orang.
(Baca: 10 Provinsi RI dengan Kenaikan Jumlah Kelas Menengah Tertinggi 2025)
Berikut daftar lengkap 10 provinsi dengan penurunan jumlah kelas menengah terbanyak pada 2025:
- Sumatera Selatan: 693 ribu orang
- Banten: 268 ribu orang
- Jawa Tengah: 161 ribu orang
- Lampung: 134 ribu orang
- DKI Jakarta: 119 ribu orang
- Sulawesi Barat: 76 ribu orang
- Sulawesi Utara: 73 ribu orang
- Aceh: 71 ribu orang
- Sulawesi Tengah: 65 ribu orang
- Jambi: 54 ribu ribu orang.
Menurut Mandiri Institute, penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap kelas menengah bersifat asimetris dan dipengaruhi kondisi ekonomi daerah.
"Maka, diperlukan pendekatan kebijakan yang berbeda di mana daerah yang masih tumbuh difokuskan untuk menjaga momentum, sementara daerah yang menurun difokuskan untuk peningkatan kualitas pekerjaan dan penguatan daya beli," tulis Mandiri Institute di akun Instagram resminya, Jumat (6/2/2026).
(Baca: Sebaran Kelas Ekonomi Penduduk RI 20192025 menurut Mandiri Institute)
Pembagian kelas ekonomi ini mengikuti definisi World Bank, berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan relatif terhadap garis kemiskinan.
Ini artinya, ukuran kelas bukan pakai pendapatan, tapi berapa kali lipat pengeluaran seseorang dibanding garis kemiskinan. Rinciannya:
- Miskin: < 1 kali garis kemiskinan
- Rentan: 1–1,5 kali garis kemiskinan
- Calon kelas menengah (AMC): 1,5–3,5 kali garis kemiskinan
- Kelas menengah: 3,5–17 kali garis kemiskinan
- Kelas atas: >17 kali garis kemiskinan.
(Baca: Kebijakan Pemerintah yang Bisa Mendukung Daya Beli Menurut Kelas Menengah)