Statistik data Covid-19 di Afrika minggu ini sebagian besar negara sudah mencatatkan penurunan angka kematian, berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya di mana angka kematian masih terus terjadi. Pekan ini, tujuh negara masih mencatatkan penambahan kematian dan tujuh negara lainnya mencatatkan kematian namun dengan jumlah yang lebih kecil.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Rerata Vaksinasi Tertinggi di Kalimantan Timur (Senin, 20 Juni 2022))
Secara persentase, lima negara teratas dengan penambahan kematian tertinggi yakni Zambia, Maroko, Etiopia, Uganda dan Tunisia. Total kematian di lima negara tersebut per Rabu, 22 Juni 2022 sebanyak 48 jiwa dengan pertumbuhan mingguan di atas 114,29 persen.
Zambia berada di urutan pertama dengan penambahan kematian per minggu tumbuh 700 persen. Di negara ini, Worldmeter mencatat jumlah kematian sebanyak delapan jiwa, bertambah dibandingkan pekan sebelumnya yang dilaporkan hanya satu jiwa.
Berikutnya adalah Maroko yang mencatatkan kematian 300 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Sedangkan untuk data harian, kematian di negara ini turun 20% dibandingkan kemarin. Kemudian, Etiopia dengan kematian delapan jiwa (naik 300%), kematian di Uganda naik 160% dan kematian di Tunisia naik 114,29%.
(Baca: Kematian karena Covid-19 per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-20 di Asia)
Sedangkan bila dilihat dari jumlah laporan kematian, angka kematian tujuh hari terakhir tertinggi di Afrika terjadi di Afrika Selatan dengan 90 kematian. Laporan kematian di negara ini turun 41,18% dibandingkan pekan lalu. Selanjutnya dari jumlah yang terbesar kematian di Tunisia tercatat 15 jiwa naik 114,29%, kematian di Uganda tercatat 13 jiwa naik 160%, Zimbabwe dengan kematian 11 jiwa (naik 10%) dan kematian di Botswana tercatat 10 jiwa naik 25%.
Total kematian di Afrika selama tujuh hari terakhir tercatat 169 jiwa. Angka ini mencakup 2,14 persen kematian secara global yang diakibatkan oleh virus Covid-19 dengan jumlah mencapai 7.906 jiwa. Angka kematian di Afrika tercatat turun dibandingkan akumulasi tujuh hari sebelumnya dengan jumlah 212 jiwa.