Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat | 2025

1
Agus Dwi Darmawan 22/04/2026 09:29 WIB
Image Loader
Memuat...
Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat 2018 - 2025
databoks logo
warning

Mohon maaf, telah terjadi kesalahan

Untuk sementara, data ini tidak dapat ditampilkan. Kami sedang berusaha memperbaikinya.

Kembali ke Home
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2018 hingga 2024. Pada 2018, jumlah sekolah SMA di NTB sebanyak 322 unit, dan meningkat menjadi 378 unit pada 2024, atau penambahan 56 unit selama enam tahun. Tahun 2023 ke 2024 sendiri terjadi penambahan 13 unit sekolah. Secara nasional, NTB tetap berada di peringkat 14 untuk jumlah sekolah SMA pada 2024. Data populasi usia sekolah 16-18 tahun di NTB tahun 2023 mencapai 287.030 jiwa, dengan peringkat nasional yang sama yaitu 14.

(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2015 - 2024)

BPS juga mengungkapkan detail jumlah sekolah SMA negeri dan swasta di NTB tahun 2024. Jumlah SMA negeri tetap 150 unit, tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, SMA swasta meningkat menjadi 228 unit, naik 6% dari 215 unit pada 2023. Dari total 378 unit SMA di NTB tahun 2024, sekitar 60,3% merupakan sekolah swasta, sedangkan sisanya 39,7% adalah sekolah negeri, menunjukkan dominasi sekolah swasta di sektor SMA provinsi ini.

(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Pegunungan 2018 - 2024)

Data pendukung dari BPS menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di NTB tahun 2025 sebesar 70%, turun 0,9% dibanding tahun 2024 yang mencapai 71%. Sebaliknya, jumlah guru SMA tahun 2024 mengalami peningkatan 4,3% menjadi 10.149 orang, dari 9.734 orang pada 2023. Jumlah kepala sekolah dan guru SMA negeri tahun 2024 meningkat 6,3% menjadi 8.034 orang, sedangkan di SMA swasta mengalami penurunan 3,1% menjadi 2.115 orang dibanding tahun sebelumnya.

Perkembangan sekolah SMA di NTB yang didorong oleh peningkatan jumlah sekolah swasta sejalan dengan stabilitas peringkat nasional populasi usia sekolah 16-18 tahun yang tetap di urutan 14. Meskipun jumlah guru meningkat, penurunan APM SMA perlu menjadi perhatian untuk memastikan akses pendidikan SMA yang lebih baik di provinsi ini. Sektor SMA NTB saat ini menunjukkan dinamika di mana sekolah swasta menjadi motor pertumbuhan, sementara sekolah negeri memperkuat tenaga pendidiknya tanpa menambah jumlah unit sekolah.

Data Populer

Loading...