- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat data historis jumlah sekolah SMA di provinsi ini menunjukkan pertumbuhan lambat namun konsisten selama tujuh tahun terakhir. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, jumlah sekolah SMA naik dari 323 unit menjadi 345 unit, dengan penambahan sebanyak 7 unit pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 sebelumnya. Untuk tahun 2025, catatan resmi jumlah keseluruhan sekolah SMA belum selesai dikompilasi oleh institusi.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bone Periode 2004 - 2025)
Berdasarkan data pendukung tahun 2024, dari total 345 unit sekolah SMA di Sumatera Barat, sebanyak 238 unit merupakan SMA Negeri dan 107 unit merupakan SMA Swasta. SMA Negeri mendominasi sebesar 69% dari total sekolah, sedangkan SMA Swasta mencakup 31% sisanya. Dibandingkan tahun sebelumnya, SMA Negeri mengalami kenaikan 0,8% sedangkan SMA Swasta tumbuh lebih tinggi sebesar 4,9%.
Untuk jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun, BPS mencatat pada tahun 2023 angka tersebut mencapai 297.600 jiwa. Angka ini naik sekitar 8.500 jiwa dibandingkan kondisi empat tahun lalu pada 2019. Secara nasional, Sumatera Barat secara konsisten berada di urutan 12 hingga 13 untuk jumlah populasi usia SMA ini, menunjukkan beban layanan pendidikan yang cukup stabil di tingkat nasional.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA3 Kota Depok 2025)
Data tenaga pendidik tahun 2024 menunjukkan tren penurunan jumlah guru SMA secara umum. Total guru SMA Sumatera Barat tercatat 10.893 orang, turun sebesar 2,2% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 11.140 orang. Sementara itu, jumlah guru dan kepala sekolah di SMA Negeri mengalami penurunan 1,5%, sedangkan pada jenjang SMA Swasta penurunan jauh lebih tajam mencapai 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun jumlah sekolah dan jumlah siswa SMA di Sumatera Barat masih mengalami pertumbuhan positif, penurunan jumlah tenaga pendidik baik di negeri maupun swasta menjadi catatan kritis. Tren ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah guna menjamin rasio guru dan siswa tetap ideal, serta menjaga kualitas layanan pendidikan SMA di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | 0.00 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |