Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rumah tangga Kepulauan Riau yang memiliki akses hunian layak dan terjangkau pada akhir tahun 2025 mencapai 59,03 persen. Sepanjang 11 tahun periode data sejak 2015, indikator ini mencatat tren umum turun, dengan penurunan total sebesar 39,8 persen selama periode tersebut. Terjadi anomali penurunan ekstrem pada tahun 2019, dimana nilai indikator anjlok 54,35 poin dari tahun sebelumnya menjadi 44,09 persen, yang merupakan titik terendah sepanjang catatan data.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat 2018 - 2025)
Setelah kejadian penurunan ekstrem tahun 2019, indikator hunian layak Kepulauan Riau secara bertahap kembali menunjukkan kenaikan setiap tahunnya. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 8,27 persen per tahun, angka ini secara signifikan lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 4,40 persen. Kenaikan tertinggi pasca anomali terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan sebesar 16,11 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, Kepulauan Riau berada di peringkat 8 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Sumatera, dan menempati peringkat 29 secara nasional. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun 2024, meskipun terjadi kenaikan nilai sebesar 1,84 poin atau tumbuh 3,22 persen sepanjang tahun 2025. Nilai tahun 2025 ini masih tercatat berada di bawah nilai rata-rata seluruh periode data yang mencapai 68,43 persen.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan mencatatkan nilai persentase akses hunian layak sebesar 63,4 persen pada tahun tercatat, menempati peringkat 26 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Kalimantan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,62 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 2,8 poin. Nilai ini berada di atas catatan Kepulauan Riau, dengan selisih sebesar 4,37 poin dan perbedaan peringkat nasional sebanyak 3 tingkatan.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati peringkat 27 secara nasional dengan nilai akses hunian layak sebesar 62,27 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi dibanding seluruh wilayah yang dibandingkan, yaitu mencapai 32,83 persen dibanding tahun sebelumnya dengan penambahan nilai sebesar 15,39 poin. Secara wilayah pulau, provinsi ini berada di peringkat 3 di kawasan Nusa Tenggara dan Bali, hanya terpaut 1,13 poin di bawah nilai Kalimantan Selatan.
Papua Barat
(Baca: PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Bengkulu | 2025)
Papua Barat mencatatkan nilai indikator sebesar 59,11 persen, menempati peringkat 28 secara nasional dan peringkat 1 di seluruh wilayah Pulau Papua. Nilai ini hanya berbeda 0,08 poin di atas catatan Kepulauan Riau tahun 2025, dengan perbedaan peringkat nasional hanya 1 tingkatan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,53 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 0,89 poin selama periode satu tahun.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat 30 secara nasional dengan nilai akses hunian layak sebesar 58,46 persen, berada satu peringkat di bawah Kepulauan Riau. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,93 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 2,21 poin. Secara wilayah Pulau Jawa, provinsi ini berada di peringkat 5, dengan selisih nilai sebesar 0,57 poin di bawah catatan Kepulauan Riau tahun 2025.
Papua
Papua mencatatkan nilai indikator sebesar 58,41 persen, menempati peringkat 31 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Papua. Wilayah ini merupakan satu-satunya daerah dari kelompok perbandingan yang mencatatkan penurunan nilai, yaitu turun sebesar 3,74 poin atau -6,02 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai ini berada 0,62 poin di bawah catatan Kepulauan Riau tahun 2025.
Bengkulu
Bengkulu mencatatkan nilai akses hunian layak sebesar 57,97 persen, menempati peringkat 32 secara nasional dan peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,57 persen dibanding tahun sebelumnya dengan penambahan nilai sebesar 1,45 poin. Sebagai sesama provinsi di Pulau Sumatera, Bengkulu berada satu peringkat di bawah Kepulauan Riau dengan selisih nilai sebesar 1,06 poin.