Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Provinsi Bengkulu periode hingga kuartal II tahun 2025. Pada kuartal terakhir tercatat nilai sektor ini mencapai 302,38 Rp miliar, menjadi nilai tertinggi sepanjang catatan historis sejak awal pencatatan pada Maret 2010. Secara berurutan, nilai sektor ini mencatatkan pertumbuhan 11,78% pada kuartal II 2025, angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan keseluruhan periode yang hanya sebesar 1,97% per kuartal. Sepanjang 62 periode pencatatan, sektor ini tercatat mengalami kenaikan pada 54 kuartal, dan hanya mengalami penurunan pada 7 periode.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Malang Bulan April Naik 0,43%)
Dalam 3 kuartal terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum Bengkulu mencapai 3,72% per kuartal, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir tercatat 4,15% per kuartal. Angka ini menunjukkan kinerja 5 kuartal terakhir lebih baik dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, dan secara keseluruhan keduanya jauh melampaui rata-rata pertumbuhan historis seluruh periode. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada kuartal II 2025 dengan selisih kenaikan 31,87 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara penurunan terbesar terjadi pada kuartal II 2020 dengan penurunan sebesar 10,17 Rp miliar.
Sepanjang catatan historis, posisi peringkat Provinsi Bengkulu untuk sektor ini secara konsisten berada di urutan 10 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Secara nasional, peringkat Bengkulu sebelumnya stabil di posisi 26, namun sejak kuartal IV 2023 mulai naik satu peringkat menjadi posisi 25 secara nasional dan bertahan hingga kuartal II 2025. Nilai sektor ini saat ini tercatat berada di atas rata-rata historis keseluruhan periode, dengan tren kenaikan linear yang konsisten sepanjang 15 tahun pencatatan.
Pada kuartal II 2025, nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum Bengkulu lebih besar dibandingkan Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, namun masih lebih rendah dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Utara. Dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung yang mencatatkan nilai 483,25 Rp miliar, nilai Bengkulu masih sekitar 62% dari nilai provinsi tetangga di Sumatera tersebut. Sementara itu pertumbuhan Bengkulu pada kuartal terakhir lebih tinggi dibandingkan seluruh 5 provinsi pembanding yang tercatat.
Anomali penurunan hanya terjadi pada periode pandemi tahun 2020, dimana sektor ini sempat mencatatkan penurunan 4,9% pada kuartal II 2020, dan mengalami pemulihan lambat hingga awal tahun 2022. Setelah tahun 2023, akselerasi pertumbuhan mulai meningkat secara signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan di atas 7% per kuartal sejak pertengahan tahun 2024. Sepanjang catatan tidak pernah terjadi periode stagnan, seluruh periode selalu mencatatkan perubahan nilai baik naik maupun sedikit turun.
Kep. Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati posisi peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 22 secara nasional untuk sektor akomodasi dan makan minum pada kuartal terakhir. Nilai sektor di daerah ini tercatat mencapai 483,25 Rp miliar, menjadi nilai tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding. Pertumbuhan kuartal terakhir mencapai 11,59%, dengan selisih kenaikan sebesar 50,21 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini hampir 1,6 kali lipat dari nilai PDRB sektor yang sama di Provinsi Bengkulu pada periode yang sama, menunjukkan gap kinerja yang cukup besar antar kedua provinsi di wilayah Sumatera.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan posisi peringkat 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 23 secara nasional. Nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum provinsi ini mencapai 467,74 Rp miliar pada kuartal terakhir, hanya terpaut sedikit dibawah nilai Kepulauan Bangka Belitung. Pertumbuhan periode terakhir mencapai 17,83% menjadi angka pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding, dengan kenaikan nilai sebesar 70,79 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka pertumbuhan ini mengungguli hampir seluruh provinsi lain di tingkat nasional pada periode yang sama.
(Baca: Inflasi Tahunan Meulaboh April 2026 2,69%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara berada di peringkat 5 wilayah Kalimantan dan peringkat 24 secara nasional untuk indikator ini. Nilai sektor akomodasi dan makan minum di provinsi ini tercatat sebesar 317,85 Rp miliar, hanya terpaut sekitar 15 Rp miliar diatas nilai yang dicapai Provinsi Bengkulu. Pertumbuhan kuartal terakhir mencapai 5,17% dengan kenaikan nilai sebesar 15,63 Rp miliar. Meskipun nilai absolut masih diatas Bengkulu, angka pertumbuhan Kalimantan Utara ini hampir setengah dari pertumbuhan yang dicapai Bengkulu pada periode yang sama, sehingga berpotensi tergeser peringkatnya pada kuartal selanjutnya.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati posisi peringkat 3 wilayah Sulawesi dan peringkat 26 secara nasional. Nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum Gorontalo tercatat sebesar 215,41 Rp miliar pada kuartal terakhir, sekitar 71% dari nilai yang dicapai oleh Provinsi Bengkulu. Pertumbuhan kuartal terakhir mencapai 7,41% dengan kenaikan nilai sebesar 14,86 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun mencatatkan pertumbuhan positif, nilai absolut Gorontalo masih cukup jauh dibawah Bengkulu, dengan perbedaan peringkat satu tingkat dibawah Bengkulu secara nasional.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah berada di peringkat 4 wilayah Sulawesi dan peringkat 27 secara nasional untuk indikator PDRB sektor akomodasi dan makan minum. Nilai sektor di provinsi ini tercatat sebesar 179,53 Rp miliar, menjadi salah satu nilai terendah diantara provinsi pembanding. Pertumbuhan kuartal terakhir hanya mencapai 2,17% dengan kenaikan nilai sebesar 3,82 Rp miliar, menjadi angka pertumbuhan terendah diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Peringkat Sulawesi Tengah ini dua tingkat dibawah posisi Provinsi Bengkulu secara nasional pada periode yang sama.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati posisi peringkat 5 wilayah Sulawesi dan peringkat 28 secara nasional pada kuartal terakhir. Nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum provinsi ini tercatat sebesar 172,79 Rp miliar, menjadi nilai terendah diantara seluruh 6 provinsi pembanding. Pertumbuhan kuartal terakhir mencapai 5,45% dengan kenaikan nilai sebesar 8,93 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Peringkat Sulawesi Tenggara ini tiga tingkat dibawah posisi Bengkulu secara nasional, dengan selisih nilai mencapai hampir 130 Rp miliar dibandingkan nilai Bengkulu pada periode yang sama.