Eksploitasi Seksual hingga Kerja Paksa, Apa Jenis Perdagangan Manusia yang Paling Banyak Terjadi?

Demografi
1
Cindy Mutia Annur 26/01/2022 15:40 WIB
Persentase Korban Perdagangan Manusia Berdasarkan Jenis Eksploitasi (2018)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Laporan bertajuk “Global Report on Trafficking in Persons 2020” menunjukkan, ada 48.478 korban perdagangan manusia (human trafficking) yang terdeteksi di 135 negara, termasuk Indonesia, pada 2018.

Mayoritas korban adalah wanita sebanyak 46%, diikuti  oleh pria (20%), anak perempuan (19%), dan anak laki-laki (15%). Berdasarkan jenisnya, perdagangan manusia yang paling banyak dilakukan berupa eksploitasi seksual. Persentase korbannya mencapai 50%.

Kerja paksa menempati peringkat kedua dengan persentase korban sebanyak 38%. Lalu, aktivitas kriminal di posisi ketiga dengan persentase korban sebesar 6%.

Kemudian, sebanyak 1,5% korban perdagangan manusia ditujukan sebagai pengemis. Lalu, masing-masing 1% korban perdagangan manusia berupa pernikahan paksa dan bentuk campuran eksploitasi lainnya. Sementara, 2,5% korban lainnya ditujukan untuk penjualan bayi, pengangkatan organ, dan lainnya.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa mayoritas praktik perdagangan manusia diinisiasi oleh kelompok kriminal terorganisir dari bisnis perusahaan. Ada pula praktik perdagangan manusia yang dilakoni oleh kelompok kriminal terorganisir dari pemerintah hingga pedagang individu.

(Baca: Kasus Eksploitasi dan Perdagangan Anak Kembali Meningkat hingga April 2021)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.