Tingkat Akses Rumah Tangga ke Sanitasi Aman di Papua Terendah Nasional

5 Provinsi Terendah Tingkat Akses Rumah Tangga ke Sanitasi Aman (2019)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

Disalin..

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Muhammad Ahsan Ridhoi

15/1/2021, 17.24 WIB

Berdasarkan data BPS tahun 2019, tingkat akses rumah tangga ke sanitasi aman di Papua terendah secara nasional, yakni 38,27 persen. Artinya masih ada lebih dari 60 persen rumah tangga di Papua belum memiliki akses ke sanitasi aman. Hal ini berkorelasi dengan tingkat kepemilikan jamban pribadi dilengkapi tangki septik yang hanya 43,7 persen.  

Nusa Tenggara Timur berada di urutan kedua terendah tingkat akses rumah tangga ke sanitasi aman dengan 64,55 persen. Di atas provinsi tersebut ada Kalimantan Tengah (69,23%), Kalimantan Barat (72,08%), Bengkulu (75,91%). Seluruhnya di bawah rata-rata nasional yang sebesar 77,3 persen. 

(Baca: Hampir 80% Rumah Tangga Indonesia Miliki Akses Sanitasi Layak pada 2020)

Akses sanitasi aman merupakan bagian dari akses sanitasi layak. Akses sanitasi aman adalah fasilitas sanitasi yang dimiliki oleh rumah tangga yang terhubung dengan tangki septik. Sedangkan sanitasi yang layak adalah fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan yaitu fasilitas tersebut digunakan oleh rumah tangga sendiri atau bersama dengan rumah tangga lain tertentu, dilengkapi dengan kloset jenis leher angsa, serta tempat pembuangan akhir tinja berupa tangki septik.

Globalwaters.org menyebut sebanyak 34 persen penduduk Indonesia yang miskin tidak memiliki akses ke sanitasi yang layak dan 63 persen tidak memiliki akses air minum yang aman. Minimnya akses sanitasi dan air bersih membuat penduduk Indonesia rentan terkena diare. Diare menyebabkan 31 persen kematian pada bayi di bawah usia 1 tahun dan 11 persen kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Sanitasi yang buruk turut menyebabkan tingginya angka stunting anak-anak Indonesia. Padahal, air bersih dan sanitasi menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang harus dipenuhi tahun 2030. Anak-anak yang tercukupi kebutuhan sanitasi yang aman akan terhindar dari penyakit yang menyebar lewat air dan memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Sanitasi yang dikelola dengan aman menjadi prioritas utama dalam kesehatan, gizi, produktivitas masyarakat, dan target eksplisit Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-6. Untuk mencapai SDG ke-6 memerlukan strategi yang lebih dekat menjangkau anak-anak serta keluarga Indonesia yang paling miskin dengan memastikan persediaan pasokan air dan kebersihan sanitasi.

 

Untuk mendapatkan data selengkapnya silahkan klik link ini

data terkait