Survei Statista Consumer Insights mengungkap, banyak orang Indonesia yang mendapatkan manfaat dari penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk aktivitas sehari-hari.
Proporsinya menyentuh 60% dari total responden Indonesia yang disurvei pada tahun lalu. Persentase ini paling tinggi dibanding sampel negara lainnya.
Selanjutnya ada Arab Saudi dan Malaysia dengan persentase masing-masing 56% dan 55%.
Menariknya, posisi teratas dari daftar ini ditempati negara-negara berkembang, terutama Asia. Sedangkan posisi tengah-terbawah dari Eropa.
Satu di antaranya Belanda, dengan proporsi paling kecil dalam daftar ini, hanya 24%.
"Negara-negara Eropa tampaknya secara umum lebih skeptis, atau setidaknya kurang antusias, terhadap teknologi ini, sementara lebih banyak responden dari negara-negara Asia dan Timur Tengah yang disurvei menjawab secara positif," tulis Anna Fleck, jurnalis data Statista, pada Kamis (29/1/2026).
(Baca: Pengalaman Negatif Terkait AI yang Dialami Warga Indonesia)
Berikut rincian proporsi responden 15 negara yang mengaku memanfaatkan aplikasi AI untuk aktivitas sehari-hari:
- Indonesia 60%
- Arab Saudi 56%
- Malaysia 55%
- India 52%
- Brasil 47%
- China 39%
- Korea Selatan 37%
- Meksiko 32%
- Inggris 31%
- Prancis 30%
- Jerman 28%
- Kanada 27%
- Polandia 27%
- Amerika Serikat 26%
- Belanda 24%.
Survei ini menyasar 500-8.600 responden per negara dengan rentang usia 18-64 tahun. Waktu pelaksanaannya pada Januari-Desember 2025.
(Baca: Total Download Aplikasi AI di Indonesia Melonjak 88% pada 2025)