- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat mencatat data historis jumlah sekolah SMA di provinsi ini selama periode 2018 hingga 2024. Selama 4 tahun awal periode tercatat jumlah sekolah stagnan di angka 88 unit, baru mulai mengalami penambahan sejak tahun 2022. Pada tahun 2024 jumlah sekolah SMA mencapai 93 unit, atau bertambah 1 unit dibandingkan tahun 2023 sebelumnya.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA11 Kota Depok 2025)
Dari total 93 unit sekolah SMA pada tahun 2024, sebanyak 77 unit merupakan SMA Negeri dan 16 unit merupakan SMA Swasta. Jumlah SMA Negeri tercatat stagnan tidak ada penambahan dibandingkan tahun 2023, sedangkan SMA Swasta mengalami kenaikan sebesar 6,7 persen dengan tambahan 1 unit sekolah. Secara proporsi, 82,8 persen sekolah SMA di Sulawesi Barat merupakan sekolah negeri, sementara sisanya 17,2 persen adalah sekolah swasta.
Berdasarkan data penduduk usia sekolah 16-18 tahun, pada tahun 2023 Sulawesi Barat memiliki sebanyak 83.480 jiwa. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 yang sempat menyentuh angka 87.300 jiwa. Secara peringkat nasional, jumlah penduduk usia sekolah SMA ini menempati urutan ke-30 dari seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2023.
Untuk tenaga pendidik, pada tahun 2024 tercatat total guru SMA di Sulawesi Barat berjumlah 2.480 orang, mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen dibandingkan tahun 2023 berjumlah 2.464 orang. Sebanyak 2.389 orang merupakan tenaga pendidik dan kepala sekolah di SMA Negeri, sementara hanya 91 orang yang bertugas di SMA Swasta. Jumlah tenaga pendidik swasta tercatat tidak mengalami perubahan sama sekali dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu data juga menunjukkan pertumbuhan jumlah siswa SMA sebesar 2,3 persen pada tahun 2024, dengan total 30.354 siswa terdaftar. Meskipun jumlah sekolah terus mengalami penambahan kecil setiap tahun, angka partisipasi murni SMA justru tercatat mengalami penurunan sebesar 1,9 persen untuk proyeksi tahun 2025 mendatang.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.004 | +0.09 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |