Volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Sulawesi Tengah tumbuh -36.31%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 46,37 juta ton data per Januari 2026. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada April 2025 dengan angka volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati mencapai 39,93 juta ton. Adapun dalam enam tahun terakhir, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,58%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Provinsi Gorontalo Ekspor 7.560 Ton Ikan Kerang Kerangan Moluska dan Olahannya)
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati seluruh Indonesia pada Januari 2026 mencapai 2,27 miliar ton.
Volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati tersebut turun 16.19% dibandingkan bulan sebelumnya.
Urutan pertama adalah Riau, wilayah ini mencatatkan hingga 1,04 miliar ton. Provinsi ini mencatatkan penurunan -202,55 juta ton dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
(Baca: Provinsi Papua Ekspor 60 Ton Benang Tenun Kain Tekstil dan Hasil Hasilnya)
Berikutnya adalah Sumatera Utara yang mencatatkan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 282,49 juta ton lebih tinggi periode yang sama bulan sebelumnya. Sedangkan untuk data bulanan, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di provinsi ini turun 3,31% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Sumatera Barat naik 166,74% menjadi 267,27 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Lampung naik 22,53% menjadi 190,62 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya dan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Kalimantan Selatan naik 174,97% menjadi 93,8 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati jumlah tertinggi:
- Riau 1,04 miliar ton
- Bengkulu 852,01 juta ton
- Kalimantan Timur 335,71 juta ton
- Sumatera Utara 282,49 juta ton
- Sumatera Barat 267,27 juta ton
- Lampung 190,62 juta ton
- Kalimantan Selatan 93,8 juta ton
- Kep. Riau 89,26 juta ton
- Kalimantan Barat 53,27 juta ton
- Sulawesi Utara 43,85 juta ton