- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Pakistan yang menunjukkan nilai tahun 2024 tercatat di angka 66,57 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 19,85 persen, merupakan kenaikan berkelanjutan sejak 10 tahun terakhir tanpa pernah terjadi kontraksi sama sekali. Selama 3 tahun terakhir yakni 2022 sampai 2024, rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 15,54 persen.
(Baca: Bulan April, Inflasi Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Sampit 1,41%)
Jika dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir 2020 sampai 2024 yang tercatat 12,28 persen, maka performa tiga tahun terakhir menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang lebih kuat. Tidak terjadi periode penurunan nilai absolut PDB PPP sepanjang data 10 tahun yang dirilis, seluruh tahun mencatatkan kenaikan nilai tanpa kontraksi sama sekali. Kontraksi yang dimaksud adalah kondisi dimana nilai indikator ekonomi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Pakistan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Kenaikan tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan tahunan 21,83 persen, sedangkan tingkat pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2017 yakni hanya 2,03 persen. Fluktuasi pertumbuhan yang terjadi berarti laju kenaikan nilai tidak stabil, dimana pada beberapa tahun pertumbuhan berada dibawah 3 persen, namun pada 2 tahun terakhir melonjak hingga diatas 19 persen. Tidak ditemukan anomali penurunan nilai pada seluruh periode data.
Berdasarkan ranking regional Asia, posisi Pakistan tetap berada di peringkat 8 sepanjang 10 tahun berturut-turut. Tidak terjadi perubahan peringkat baik kenaikan maupun penurunan sejak tahun 2015 hingga data terbaru 2024, meskipun terjadi lonjakan pertumbuhan yang signifikan pada dua tahun terakhir. Peringkat ini menunjukan daya saing ekonomi relatif stagnan dibandingkan negara lain di kawasan yang juga mengalami pertumbuhan.
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Mesuji Bulan April Naik 0,91%)
Untuk proyeksi 5 tahun ke depan, IMF memperkirakan pertumbuhan PDB PPP Pakistan akan melambat secara signifikan mulai tahun 2025. Setelah pertumbuhan hampir 20 persen pada 2024, proyeksi pertumbuhan 2025 hanya 3,73 persen, sebelum kembali naik bertahap ke kisaran 4 sampai 6 persen hingga tahun 2030. Secara keseluruhan kondisi ekonomi diproyeksikan masih membaik namun dengan laju pertumbuhan yang jauh lebih lambat dibandingkan dua tahun terakhir.
Dibandingkan negara lain di kawasan Asia, posisi peringkat 8 Pakistan berada satu tingkat dibawah Sri Lanka dan satu tingkat diatas Nepal pada data tahun terbaru. Pertumbuhan 19,85 persen Pakistan pada 2024 menjadi salah satu laju pertumbuhan tertinggi di kawasan, hanya kalah dari Uzbekistan dan Mongolia untuk periode tahun yang sama. Sementara negara ekonomi besar seperti India, Tiongkok dan Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan dibawah 2 persen pada tahun yang sama.
Meskipun mencatatkan pertumbuhan tinggi dua tahun berturut-turut, stagnannya peringkat regional menunjukkan bahwa lonjakan nilai PDB PPP ini belum cukup untuk meningkatkan posisi kompetitif Pakistan di kawasan. Proyeksi perlambatan pertumbuhan mulai 2025 juga menjadi catatan bahwa akselerasi pertumbuhan tinggi yang terjadi pada 2023 dan 2024 tidak akan berlanjut dalam jangka menengah.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q4 2025) | 3.474,50 | +0.86 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Mar) | 0,41% | -0.27 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |