- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Swiss pada 2024 tercatat sebesar 0.97 unit, yang menunjukkan penurunan dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 1.013 unit dan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 1.054 unit. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan PDB PPP Swiss mengalami kontinyu kontraksi: 2022 turun 3.82%, 2023 turun 2.58%, dan 2024 turun 1.12%, di mana laju kontraksi semakin menurun dari tahun ke tahun.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Seminggu di Jawa Tengah | 2025)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Swiss terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Kenaikan tertinggi PDB PPP Swiss dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2015 dengan nilai 1.23 unit, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2024 dengan nilai 0.97 unit. Selama 10 tahun (2015-2024), nilai PDB PPP Swiss mengalami penurunan setiap tahun tanpa anomali, dengan laju fluktuatif: laju kontraksi berkisar dari -0.76% pada 2018 (yang paling ringan) hingga 5.34% pada 2021 (yang paling dalam), menunjukkan bahwa setiap tahun nilai PPP berkurang dengan tingkat yang berbeda-beda tanpa pola tetap.
Secara peringkat regional di Eropa, posisi Swiss tetap berada di peringkat 13 selama 10 tahun berturut-turut (2015-2024), tidak ada perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat ini menempatkan Swiss di posisi tengah dalam daftar negara Eropa yang dianalisis oleh IMF.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Somalia 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan bahwa PDB PPP Swiss akan terus mengalami kontraksi pada periode 2025-2030, dengan nilai turun dari 0.947 unit pada 2025 menjadi 0.887 unit pada 2030. Laju kontraksi proyeksi berkisar dari -2.27% pada 2025 hingga 1.1% pada 2029, sebelum sedikit meningkat menjadi -1.22% pada 2030. Proyeksi ini menunjukkan tidak ada perbaikan kondisi; sebaliknya, PDB PPP Swiss akan terus menurun, yang berarti daya beli relatif mata uang Swiss dibandingkan mata uang acuan global akan semakin berkurang setiap tahun.
Dibandingkan dengan negara lain di Eropa, negara dengan pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir adalah Norwegia dengan pertumbuhan turun 2.559%, yang laju kontraksinya sedikit lebih dalam dibandingkan Swiss yang memiliki rata-rata kontraksi tiga tahun terakhir turun 2.507%. Secara peringkat, Swiss berada di posisi 13, sedangkan negara dengan peringkat teratas adalah Islandia di posisi 1, dan negara dengan peringkat terendah adalah Kosovo di posisi 40.