Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Jayapura pada tahun 2024 mencapai 221862 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 9,3 persen dibandingkan tahun 2023. Selisih penurunan nilai pengeluaran tersebut mencapai 22826 Rupiah per orang setiap bulannya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Tengah 2025)
Sepanjang periode data 2018 sampai 2024, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun secara konsisten. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2020 dengan nilai 276182 Rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun tersebut, nilai pengeluaran tidak pernah kembali mencapai angka tertinggi tersebut sampai tahun 2024.
Pada tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sebesar 10,3 persen dari total pengeluaran per kapita seluruh kategori barang dan jasa masyarakat Kota Jayapura. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau, perawatan pribadi, maupun sabun mandi yang tercatat pada periode yang sama.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua, Kota Jayapura menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan pertama diduduki oleh Kabupaten Jayapura dengan nilai pengeluaran 252848 Rupiah, sedangkan urutan ketiga dipegang oleh Kabupaten Kepulauan Yapen dengan nilai 200724 Rupiah. Secara nasional, Kota Jayapura berada di peringkat 169 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Dari sembilan wilayah yang dicatat di Provinsi Papua, terdapat perbedaan besar pola pertumbuhan pada tahun 2024. Kabupaten Kepulauan Yapen mencatat kenaikan pengeluaran sebesar 71,2 persen, Kabupaten Keerom naik 52,8 persen. Sebaliknya Kabupaten Supiori mengalami penurunan terbesar yaitu 52,6 persen, diikuti Kota Jayapura dengan penurunan 9,3 persen.
Kabupaten Jayapura
(Baca: Update 2026: Nilai Ekspor SITC Kode 68 Logam tidak Mengandung Besi di Banten)
Kabupaten Jayapura secara konsisten menempati urutan pertama seluruh Provinsi Papua untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024 total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2156485 Rupiah, dengan pengeluaran makanan mencapai 1122789 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1033696 Rupiah. Wilayah ini mengalami penurunan untuk seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024, dengan penurunan terbesar terjadi pada kategori makanan sebesar 14,2 persen. Meskipun mengalami penurunan, nilai pengeluaran di wilayah ini masih hampir dua kali lipat dibandingkan wilayah urutan kedua di provinsi yang sama.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom mencatat pertumbuhan pengeluaran masyarakat paling tinggi secara keseluruhan di Provinsi Papua pada tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini naik sebesar 32,2 persen menjadi 1641509 Rupiah, menggeser posisi menjadi urutan kedua seluruh provinsi. Pengeluaran makanan di wilayah ini naik 31,9 persen menjadi 879828 Rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan naik 32,5 persen menjadi 761680 Rupiah. Pertumbuhan yang sangat tinggi ini menjadikan Kabupaten Keerom sebagai satu-satunya wilayah yang mengalami kenaikan diatas 30 persen untuk seluruh kategori pengeluaran.
Kabupaten Kepulauan Yapen
Kabupaten Kepulauan Yapen menempati urutan kelima untuk total pengeluaran masyarakat di Provinsi Papua tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini mencapai 1585148 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 23,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 71,2 persen, merupakan kenaikan tertinggi di seluruh provinsi untuk kategori tersebut. Wilayah ini juga mencatat kenaikan pengeluaran makanan umum sebesar 30,9 persen dan pengeluaran bukan makanan sebesar 14,2 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor berada di urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi, dan urutan kedua untuk pengeluaran bukan makanan di seluruh Provinsi Papua tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan di wilayah ini mencapai 1475094 Rupiah, naik sebesar 16,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 786735 Rupiah, mengalami kenaikan 13,1 persen, sedangkan pengeluaran makanan naik 21,5 persen menjadi 688359 Rupiah. Pertumbuhan yang stabil ini menjadikan wilayah ini salah satu dari lima wilayah di provinsi yang mencatat kenaikan untuk seluruh kategori pengeluaran.