Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kota Waringin Timur mencapai 236599 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 13,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 27984 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun sebelumnya, nilai pengeluaran untuk kategori ini tercatat sebesar 208614 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2025)
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 12,9 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat setempat yang mencapai 1838516 Rupiah. Sementara itu, untuk kategori pengeluaran makanan keseluruhan, bagian makanan dan minuman jadi menempati porsi sebesar 24,7 persen dari seluruh biaya makanan yang dikeluarkan warga setiap bulannya.
Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak 2018, tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang mengalami kenaikan dan penurunan pada periode tertentu. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan sebesar 21,3 persen, kemudian sedikit turun 1,9 persen pada tahun 2020, naik 9,5 persen pada 2021, sedikit turun 9,8 persen pada 2022, lalu naik 32,6 persen pada 2023 dan diakhiri kenaikan 13,4 persen pada 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2022.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kota Waringin Timur menempati urutan ketiga untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Hanya Kota Palangkaraya dengan nilai 300357 Rupiah dan Kabupaten Kota Waringin Barat dengan nilai 240494 Rupiah yang mencatatkan nilai pengeluaran lebih tinggi dibanding wilayah ini. Secara nasional, wilayah ini berada di urutan 136 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Dari empat kabupaten teratas di provinsi ini, tercatat pertumbuhan yang berbeda pada tahun 2024. Kota Palangkaraya justru mengalami sedikit penurunan sebesar 3,6 persen, Kabupaten Kota Waringin Barat naik 11 persen, Kabupaten Kota Waringin Timur naik 13,4 persen dan Kabupaten Sukamara mengalami sedikit penurunan sebesar 5,7 persen. Posisi ranking tiga besar di tingkat provinsi untuk kategori ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Tapanuli Tengah | 2024)
Kota Palangkaraya
Kota Palangkaraya sebagai ibukota provinsi mencatatkan total pengeluaran per kapita sebulan sebesar 2118308 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 2,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan kedua untuk total pengeluaran seluruh kategori, urutan pertama untuk pengeluaran bukan makanan dan urutan ketujuh untuk pengeluaran makanan. Pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini masih menjadi yang tertinggi di seluruh provinsi meskipun mengalami sedikit penurunan pada tahun terakhir.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat mencatatkan total pengeluaran per kapita sebulan sebesar 1978995 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sangat sedikit naik sebesar 0,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini secara konsisten menempati urutan ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran di tingkat provinsi. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini hanya terpaut sekitar 3900 Rupiah diatas Kabupaten Kota Waringin Timur, dengan selisih yang sangat kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Lamandau menempati urutan pertama untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 2195289 Rupiah. Meskipun menempati urutan teratas, wilayah ini justru mengalami penurunan sebesar 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi, wilayah ini berada di urutan kelima provinsi dengan nilai 223275 Rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sukamara
Kabupaten Sukamara mencatatkan total pengeluaran per kapita sebulan sebesar 1977490 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan naik sebesar 4,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan keempat secara keseluruhan di tingkat provinsi. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini mencatatkan nilai 226874 Rupiah dan mengalami sedikit penurunan sebesar 5,7 persen, sehingga posisinya turun satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya.