Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mencapai 158.120 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana nilai pengeluarannya sebesar 141.025 rupiah per kapita sebulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai 17.095,5 rupiah, yang menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dalam kategori ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Manado Periode 2004 - 2024)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sebagian besar dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Musi Rawas, yang mencapai 187.139 rupiah. Dibandingkan dengan kategori lain, pengeluaran ini lebih tinggi daripada pengeluaran untuk perawatan (42.665 rupiah), kecantikan (18.798 rupiah), dan sabun mandi (46.620 rupiah), namun lebih rendah daripada pengeluaran untuk rokok dan tembakau (128.185 rupiah). Angka ini menunjukkan bahwa makanan dan minuman jadi merupakan prioritas utama dalam pengeluaran barang jasa masyarakat setempat.
Data historis dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan perkembangan pengeluaran yang fluktuatif. Pada tahun 2018, nilai pengeluarannya sebesar 97.096 rupiah, lalu naik sebesar 26,8 persen menjadi 123.114 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020 mengalami kenaikan sedikit sebesar 1 persen menjadi 124.342 rupiah, sebelum turun sebesar 8,8 persen menjadi 113.406 rupiah pada tahun 2021. Kenaikan kembali terjadi pada tahun 2022 (11,5 persen menjadi 126.501 rupiah), tahun 2023 (11,5 persen menjadi 141.025 rupiah), dan tahun 2024 (12,1 persen menjadi 158.120 rupiah). Tahun 2024 menjadi tahun dengan pengeluaran tertinggi dalam periode tujuh tahun ini.
Berdasarkan data perbandingan dari BPS, Kabupaten Musi Rawas menempati peringkat ke-12 di antara 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini berada di bawah Kabupaten Muara Enim (peringkat 11 dengan nilai 159.830 rupiah) dan di atas Kota Prabumulih (peringkat 13 dengan nilai 154.291 rupiah). Di tingkat nasional, kabupaten ini berada di peringkat ke-347, dan di tingkat pulau Sumatera berada di peringkat ke-110.
Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan, pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Musi Rawas lebih rendah daripada Kota Palembang (260.575 rupiah, pertumbuhan -1,7 persen), Kabupaten Banyuasin (201.407 rupiah, pertumbuhan -7,6 persen), Kabupaten Musi Banyuasin (184.680 rupiah, pertumbuhan 33,2 persen), Kabupaten Lahat (184.364 rupiah, pertumbuhan -5,4 persen), dan Kota Lubuk Linggau (181.076 rupiah, pertumbuhan -4,4 persen). Namun, pertumbuhan pengeluaran Kabupaten Musi Rawas (12,1 persen) lebih tinggi daripada beberapa wilayah tersebut, seperti Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat yang mengalami penurunan.
Kota Palembang
(Baca: Top 10 Peringkat dan Jumlah Subscriber Mingguan)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Palembang tahun 2024 mencapai 861.308 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (779.490,85 rupiah). Kota ini menempati peringkat ke-1 di Provinsi Sumatera Selatan untuk kategori ini. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, nilai tahun 2024 adalah 1.676.313 rupiah, yang menunjukkan penurunan sebesar 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.770.642 rupiah). Pengeluaran makanan tahun 2024 mencapai 815.005 rupiah, dengan pertumbuhan 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (728.179,18 rupiah), dan menempati peringkat ke-1 di provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Musi Banyuasin
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2024 sebesar 629.974 rupiah, dengan pertumbuhan 23,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (510.001,11 rupiah), menempati peringkat ke-2 di provinsi. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.402.383 rupiah, naik sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.356.980 rupiah), dan menempati peringkat ke-2 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun 2024 mencapai 772.408 rupiah, dengan pertumbuhan 25,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (617.446,77 rupiah), menempati peringkat ke-2 di provinsi.
Kabupaten Banyuasin
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Banyuasin tahun 2024 sebesar 523.918 rupiah, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0 persen dibandingkan tahun sebelumnya (523.706,25 rupiah), menempati peringkat ke-8 di provinsi. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.296.187 rupiah, turun sebesar 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.321.456 rupiah), menempati peringkat ke-4 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun 2024 mencapai 772.269 rupiah, naik sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (714.181,43 rupiah), menempati peringkat ke-3 di provinsi.
Kabupaten Lahat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Lahat tahun 2024 sebesar 558.761 rupiah, dengan pertumbuhan 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya (504.812,87 rupiah), menempati peringkat ke-6 di provinsi. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.312.608 rupiah, turun sebesar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.525.569 rupiah), menempati peringkat ke-3 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun 2024 mencapai 753.848 rupiah, naik sebesar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (613.723,78 rupiah), menempati peringkat ke-4 di provinsi.