Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mencapai 158120 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 17095,5 rupiah dari tahun 2023 yang nilainya 141024,75 rupiah. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Pacitan | 2024)
Sebelum periode tiga tahun terakhir, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Musi Rawas mengalami fluktuasi. Tahun 2018 hingga 2019 terjadi kenaikan sebesar 26,8 persen dari 97096 rupiah menjadi 123114 rupiah, kemudian naik sedikit sebesar 1 persen pada tahun 2020 menjadi 124342 rupiah. Tahun 2021 terjadi penurunan sedikit sebesar 8,8 persen menjadi 113406 rupiah, sebelum kembali naik sebesar 11,5 persen pada tahun 2022 dan 2023 berturut-turut.
Dari sisi perbandingan dengan pengeluaran total masyarakat, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Musi Rawas tahun 2024 adalah 187139 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sebagian besar dari pengeluaran tersebut. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau bahkan lebih tinggi sebesar 128185 rupiah, sementara pengeluaran untuk kecantikan dan perawatan masing-masing adalah 18798 rupiah dan 42665 rupiah. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Musi Rawas menempati rank ke-12 di antara kabupaten/kota seprovinsi Sumatera Selatan untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Rank ini berada di bawah Kabupaten Muara Enim yang menempati rank ke-11 dengan pengeluaran 159830 rupiah, dan di atas Kota Prabumulih yang menempati rank ke-13 dengan pengeluaran 154291 rupiah. Di tingkat nasional, kabupaten ini menempati rank ke-347, dan di tingkat pulau Sumatera rank ke-110.
Beberapa kabupaten/kota seprovinsi Sumatera Selatan menunjukkan performa pengeluaran makanan dan minuman jadi yang beragam tahun 2024. Kota Palembang menempati rank pertama dengan pengeluaran 260575 rupiah, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Banyuasin menempati rank kedua dengan pengeluaran 201407 rupiah, dengan penurunan sebesar 7,6 persen. Kabupaten Musi Banyuasin menempati rank ketiga dengan pengeluaran 184680 rupiah dan pertumbuhan tertinggi sebesar 33,2 persen. Kabupaten Lahat menempati rank keempat dengan pengeluaran 184364 rupiah dan penurunan sebesar 5,4 persen, serta Kota Lubuk Linggau menempati rank kelima dengan pengeluaran 181076 rupiah dan penurunan sebesar 4,4 persen.
Kota Palembang
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2015 - 2024)
Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Palembang tahun 2024 adalah 861308 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang nilainya 779490,85 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1676313 rupiah, yang menunjukkan penurunan sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sendiri naik sebesar 11,9 persen menjadi 815005 rupiah. Kota Palembang menempati rank pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk pengeluaran bukan makanan dan total makanan dan bukan makanan, serta rank pertama untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada pengeluaran bukan makanan tahun 2024, yaitu sebesar 23,5 persen menjadi 629974 rupiah dari tahun sebelumnya yang nilainya 510001,11 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan naik sebesar 3,3 persen menjadi 1402383 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk makanan naik sebesar 25,1 persen menjadi 772408 rupiah. Kabupaten ini menempati rank kedua di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan, rank kedua untuk total pengeluaran, dan rank kedua untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Muara Enim
Berdasarkan data BPS, pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Muara Enim tahun 2024 mencapai 576717 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 29 persen dari tahun sebelumnya yang nilainya 447063,95 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan naik sebesar 8,9 persen menjadi 1268756 rupiah, dan pengeluaran untuk makanan naik sebesar 23,4 persen menjadi 692039 rupiah. Kabupaten ini menempati rank keempat di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan, rank kelima untuk total pengeluaran, dan rank keenam untuk pengeluaran makanan.
Kota Prabumulih
Kota Prabumulih memiliki pengeluaran bukan makanan tahun 2024 sebesar 626343 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya yang nilainya 582881,33 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan menurun sebesar 9,4 persen menjadi 1214639 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk makanan naik sebesar 12,3 persen menjadi 588295 rupiah. Kota ini menempati rank ketiga di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan, rank ketujuh untuk total pengeluaran, dan rank keempat belas untuk pengeluaran makanan.