Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Buol Capai 10,33% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah mencapai 10,33% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,09% dari tahun sebelumnya sebesar 10,42%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,27%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Buol lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Buol yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,33% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kabupaten Buol ada di urutan ke-7. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palu (6,41%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.
- Kota Palu: 6,41%
- Kabupaten Morowali: 6,42%
- Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
- Kabupaten Poso: 8,37%
- Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
- Kabupaten Banggai: 10,3%
- Kabupaten Buol: 10,33%
- Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
- Kabupaten Donggala: 12,44%
- Kabupaten Sigi: 13,33%
(Baca: Survei BI: Optimisme Lapangan Kerja Menguat pada Akhir 2025)