Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Ketapang pada tahun 2024 sebesar 266.509 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada tahun 2023 mencapai 279.050 rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 sebesar minus 12.541 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku Utara 2015 - 2024)
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Ketapang mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 187.459 rupiah per kapita per bulan, naik menjadi 206.800 rupiah pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 10,3 persen. Tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 15,7 persen menjadi 174.285 rupiah, sebelum kembali naik secara signifikan pada tahun 2021 sebesar 25,5 persen menjadi 218.739 rupiah. Lanjut naik pada 2022 (15,2 persen menjadi 252.011 rupiah) dan 2023 (10,7 persen menjadi 279.050 rupiah) sebelum turun pada 2024.
Data pendukung dari BPS menunjukkan bahwa pengeluaran terbesar dalam kategori aneka barang dan jasa di Kabupaten Ketapang pada tahun 2024 adalah untuk rokok dan tembakau sebesar 149.134 rupiah per kapita per bulan, diikuti oleh makanan jadi sebesar 171.139 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran untuk kecantikan sebesar 32.897 rupiah, perawatan sebesar 55.875 rupiah, dan sabun mandi sebesar 78.348 rupiah per kapita per bulan. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 249.933 rupiah per kapita per bulan, pengeluaran tahun 2024 masih lebih tinggi sebesar 16.576 rupiah.
Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kabupaten Ketapang pada peringkat ke-5 dalam pengeluaran aneka barang dan jasa di antara kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024. Wilayah dengan peringkat lebih tinggi adalah Kota Pontianak (peringkat 1, 410.811 rupiah, pertumbuhan 9,3 persen), Kabupaten Kapuas Hulu (peringkat 2, 363.248 rupiah, pertumbuhan 39,8 persen), Kabupaten Sintang (peringkat3,272.472 rupiah, pertumbuhan18,3 persen), dan Kabupaten Landak (peringkat4,267.235 rupiah, pertumbuhan minus2,9 persen). Kabupaten Ketapang mengalami penurunan pertumbuhan sebesar minus4,5 persen, sedangkan sebagian besar wilayah lain di provinsi juga mengalami penurunan, kecuali Kota Pontianak, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sintang.
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Ketapang selama lima tahun terakhir (2019-2023) mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,1 persen per tahun. Namun, tahun 2024 menjadi tahun pertama setelah tiga tahun berturut-turut mengalami kenaikan yang mengalami penurunan. Dibandingkan lima tahun terakhir, pengeluaran tahun 2024 masih lebih tinggi sebesar 59.709 rupiah per kapita per bulan dibandingkan tahun 2019.
Kota Pontianak
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Mandailing Natal | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Pontianak tahun 2024 sebesar 1.192.431 rupiah, naik sebesar 23,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 962.620 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2.086.950 rupiah, naik sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 894.519 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Pontianak menempatkan diri pada peringkat pertama di semua kategori pengeluaran di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024, menunjukkan daya beli masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi ini.
Kota Singkawang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Singkawang tahun 2024 sebesar 759.547 rupiah, naik sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 757.106 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.534.917 rupiah, turun sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 775.370 rupiah per kapita sebulan, naik sedikit sebesar 0,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Singkawang menempatkan diri pada peringkat kedua dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat kedua dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat keempat dalam pengeluaran makanan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024.
Kabupaten Kapuas Hulu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2024 sebesar 650.429 rupiah, naik sebesar 36,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 475.934 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.402.411 rupiah, turun sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 751.981 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Kapuas Hulu menempatkan diri pada peringkat kelima dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat kelima dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat keenam dalam pengeluaran makanan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024.
Kabupaten Sintang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sintang tahun 2024 sebesar 685.825 rupiah, naik sebesar 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 590.485 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.461.426 rupiah, turun sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 775.601 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sintang menempatkan diri pada peringkat ketiga dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat ketiga dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat ketiga dalam pengeluaran makanan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024.