Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Brebes tahun 2024 sebesar 15,6 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya sebesar 15,78 persen. Selisihnya turun 0,18 persen dengan pertumbuhan -1,14 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini 283.280 orang, sedikit turun dari tahun sebelumnya sebesar 286.140 orang. Jumlah penduduk keseluruhan Kabupaten Brebes tahun 2024 mencapai 2.059.458 jiwa, sedikit naik dari tahun sebelumnya sebesar 2.049.622 jiwa.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Klungkung 2016-2025)
Persentase kemiskinan di Brebes tertinggi pada tahun 2006 sebesar 30,36 persen, sedangkan terendah pada tahun 2024 sebesar 15,6 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah pada tahun 2018 turun 10,29 persen, sedangkan tertinggi pada tahun 2006 sebesar 9,25 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 15,78 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 16,07 persen. Urutan rank seindonesia Brebes untuk persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 92, sama dengan tahun 2023, dan naik dari rank 93 tahun 2022.
Di provinsi Jawa Tengah, persentase kemiskinan Brebes tahun 2024 sebesar 15,6 persen berada di urutan ke-7 di pulau Jawa. Dibandingkan kabupaten tetangga seperti Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo, Brebes memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi dari tiga kabupaten tersebut, tetapi sedikit lebih rendah dari Kebumen. Jumlah penduduk miskin Brebes adalah yang tertinggi di antara keempat kabupaten tersebut, sebesar 283.280 orang.
Kabupaten Banjarnegara
Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 103, lebih rendah dari rank Brebes. Persentase kemiskinan sebesar 14,71 persen, dengan pertumbuhan -1,28 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 137.680 orang, jauh lebih sedikit dari Brebes. Jumlah penduduk keseluruhan sebesar 1.068.347 jiwa, sekitar setengah dari jumlah penduduk Brebes. Garis kemiskinan di sini sebesar 398,34 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 27,64 juta rupiah per tahun, sedikit lebih tinggi dari tetangga Kebumen. Pertumbuhan penduduk miskin sedikit turun turun 0,94 persen, menunjukkan kondisi kemiskinan yang sedikit membaik.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Buleleng Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kebumen
Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 89, lebih baik dari rank Brebes. Persentase kemiskinan sebesar 15,71 persen, sedikit lebih tinggi dari Brebes, dengan pertumbuhan -3,86 persen yang lebih besar dibanding Brebes. Jumlah penduduk miskin sebesar 187.950 orang, lebih sedikit dari Brebes. Jumlah penduduk keseluruhan sebesar 1.441.425 jiwa, lebih rendah dari Brebes. Garis kemiskinan di sini sebesar 471,82 ribu rupiah per kapita per bulan, lebih tinggi dari Banjarnegara. Pendapatan per kapita sebesar 27,29 juta rupiah per tahun, sedikit lebih rendah dari Banjarnegara. Pertumbuhan penduduk miskin turun cukup besar, menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan dibanding Brebes.
Kabupaten Pemalang
Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 98, lebih rendah dari rank Brebes. Persentase kemiskinan sebesar 14,92 persen, lebih rendah dari Brebes, dengan pertumbuhan -0,73 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 194.200 orang, lebih sedikit dari Brebes. Jumlah penduduk keseluruhan sebesar 1.588.826 jiwa, lebih rendah dari Brebes. Garis kemiskinan di sini sebesar 493,59 ribu rupiah per kapita per bulan, yang merupakan tertinggi di antara keempat kabupaten tetangga. Pendapatan per kapita sebesar 22,63 juta rupiah per tahun, yang merupakan terendah di antara keempat kabupaten tersebut. Pertumbuhan penduduk miskin sedikit turun, menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih lambat dibanding Kebumen.
Kabupaten Wonosobo
Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 96, lebih rendah dari rank Brebes. Persentase kemiskinan sebesar 15,28 persen, lebih rendah dari Brebes, dengan pertumbuhan -1,93 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 121.490 orang, yang merupakan paling sedikit di antara keempat kabupaten tetangga. Jumlah penduduk keseluruhan sebesar 942.199 jiwa, yang merupakan paling sedikit di antara keempat kabupaten tersebut. Garis kemiskinan di sini sebesar 456,35 ribu rupiah per kapita per bulan, lebih tinggi dari Banjarnegara tetapi lebih rendah dari Kebumen dan Pemalang. Pendapatan per kapita sebesar 27,19 juta rupiah per tahun, sedikit lebih rendah dari Banjarnegara dan Kebumen. Pertumbuhan penduduk miskin turun turun 1,79 persen, menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan dibanding Brebes.