Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Buton tahun 2024 mencapai 143.684 Rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 25,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2023 pengeluaran tersebut sebesar 114.375 Rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 mencapai 29.309 Rupiah per kapita per bulan. Data ini juga menunjukkan bahwa pengeluaran ini lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya yang sebesar 112.139 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan Periode 2015-2025)
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Buton mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, pengeluaran ini sebesar 64.062 Rupiah per kapita per bulan, kemudian naik secara signifikan menjadi 107.989 Rupiah pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 68,6 persen. Tahun 2020, pengeluaran ini kembali naik menjadi 140.714 Rupiah dengan pertumbuhan 30,3 persen, sebelum mengalami penurunan menjadi 105.640 Rupiah pada tahun 2021 dengan pertumbuhan negatif 24,9 persen. Setelah itu, pengeluaran ini sedikit naik selama dua tahun berturut-turut, yaitu sebesar 6,2 persen pada 2022 dan 2 persen pada 2023, sebelum kembali naik secara signifikan pada tahun 2024.
Data pendukung menunjukkan bahwa pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Buton tahun 2024 didukung oleh beberapa kategori pengeluaran spesifik. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi mencapai 92.880 Rupiah, yang merupakan kategori tertinggi di antara data pendukung yang ada. Berikutnya adalah pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 76.188 Rupiah, sabun mandi sebesar 41.717 Rupiah, kecantikan sebesar 33.219 Rupiah, dan perawatan sebesar 29.305 Rupiah. Semua kategori ini berkontribusi pada total pengeluaran aneka barang dan jasa yang tercatat pada tahun 2024.
Dari perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton menempati rank ke-12 pada tahun 2024 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa. Rank tertinggi di provinsi ini dipegang oleh Kota Kendari dengan pengeluaran sebesar 332.493 Rupiah per kapita per bulan dan pertumbuhan 8,5 persen. Berikutnya adalah Kabupaten Wakatobi (251.572 Rupiah, pertumbuhan -1,2 persen), Kabupaten Kolaka Utara (237.577 Rupiah, pertumbuhan 18,8 persen), Kota Bau Bau (237.519 Rupiah, pertumbuhan 23,6 persen), dan Kabupaten Konawe Utara (225.595 Rupiah, pertumbuhan 4,1 persen). Posisi rank Kabupaten Buton tetap sama seperti tahun sebelumnya, tidak ada perubahan urutan di antara kabupaten/kota seprovinsi.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Buton tahun 2024 lebih tinggi. Rata-rata pengeluaran selama tiga tahun tersebut sebesar 110.718 Rupiah per kapita per bulan, sedangkan tahun 2024 mencapai 143.684 Rupiah. Jika dilihat dari lima tahun terakhir (2019-2023), rata-rata pengeluaran sebesar 116.056 Rupiah, yang juga lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pada tahun 2024 membuat pengeluaran masyarakat menjadi lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Majalengka | 2024)
Kota Kendari
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Kendari tahun 2024 mencapai 1.013.733 Rupiah, dengan pertumbuhan 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1.002.920 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.783.409 Rupiah, yang menurun sebesar 5,1 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 769.676 Rupiah, dengan pertumbuhan 8,9 persen dari tahun sebelumnya. Kota Kendari menempati rank ke-1 di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan dan rank ke-2 untuk pengeluaran makanan, serta rank ke-1 untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan. Posisi ini menunjukkan bahwa Kota Kendari masih menjadi wilayah dengan pengeluaran masyarakat tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kabupaten Konawe Utara
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Konawe Utara tahun 2024 mencapai 861.907 Rupiah, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 31,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 655.552 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.674.005 Rupiah, yang menurun sebesar 11,9 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 812.097 Rupiah, dengan pertumbuhan 8,8 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Konawe Utara menempati rank ke-2 di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan, rank ke-1 untuk pengeluaran makanan, dan rank ke-2 untuk pengeluaran total. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah ini semakin banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan selain makanan.
Kabupaten Kolaka Utara
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Kolaka Utara tahun 2024 mencapai 859.737 Rupiah, dengan pertumbuhan 22,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 704.217 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.599.452 Rupiah, yang naik sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 739.715 Rupiah, dengan pertumbuhan 9,4 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Kolaka Utara menempati rank ke-3 di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan, rank ke-3 untuk pengeluaran makanan, dan rank ke-3 untuk pengeluaran total. Semua kategori pengeluaran di wilayah ini mengalami pertumbuhan, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat di tahun 2024.
Kota Bau Bau
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bau Bau tahun 2024 mencapai 735.519 Rupiah, dengan pertumbuhan 6,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 693.079 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.232.135 Rupiah, yang menurun sebesar 2,8 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 496.616 Rupiah, dengan pertumbuhan 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Kota Bau Bau menempati rank ke-4 di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan, rank ke-12 untuk pengeluaran makanan, dan rank ke-6 untuk pengeluaran total. Pertumbuhan pengeluaran yang sedikit di sebagian kategori menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di wilayah ini relatif stabil pada tahun 2024.