Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kolaka tahun 2024 mencapai 133333 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 122672 rupiah. Pada periode yang sama, pengeluaran ini menempatkan Kabupaten Kolaka pada urutan ke 6 dari 17 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara, urutan 23 se-Pulau Sulawesi, serta urutan 238 secara nasional seluruh wilayah Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2024)
Besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah ini setara dengan 62,7 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk aneka barang dan jasa, serta 75,7 persen dari pengeluaran untuk makanan jadi per bulan. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau juga melampaui rata-rata pengeluaran bulanan untuk kecantikan, perawatan pribadi, hingga biaya sabun mandi masyarakat Kabupaten Kolaka secara keseluruhan.
Sepanjang tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kolaka mengalami pergerakan naik dan turun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 14 persen, sedangkan penurunan paling dalam tercatat pada tahun 2022 sebesar 16,1 persen. Pada tahun 2020 tercatat sedikit penurunan sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebelum kembali mengalami kenaikan secara berturut-turut sejak tahun 2023 sampai tahun 2024.
Untuk perbandingan wilayah, lima kabupaten dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di Sulawesi Tenggara tahun 2024 secara berurutan adalah Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Kepulauan Konawe, Kabupaten Bombana, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Utara. Dari lima wilayah tersebut, hanya Kabupaten Bombana yang mencatat sedikit penurunan pengeluaran, sementara empat wilayah lain semuanya mencatat kenaikan pada tahun 2024. Posisi peringkat Kabupaten Kolaka tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Pengeluaran Makanan Per Kapita
Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan makanan di Kabupaten Kolaka tahun 2024 mencapai 703772 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Kabupaten Kolaka pada urutan ke 4 dari seluruh wilayah di Sulawesi Tenggara, berada tepat di atas Kabupaten Konawe dan di bawah Kabupaten Kolaka Utara. Pertumbuhan pengeluaran makanan di wilayah ini merupakan salah satu yang tertinggi di provinsi, hanya di bawah tiga wilayah lain yang mencatat pertumbuhan di atas 30 persen pada tahun yang sama.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Semarang | 2024)
Pengeluaran Bukan Makanan Per Kapita
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Kolaka mencatat nilai sebesar 581776 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ke 6 secara provinsi. Posisi ini juga tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, berada di atas Kabupaten Bombana dan di bawah Kabupaten Konawe. Nilai pengeluaran bukan makanan ini kurang lebih setengah dari nilai pengeluaran bukan makanan yang tercatat di Kota Kendari sebagai wilayah dengan nilai tertinggi di provinsi.
Total Pengeluaran Masyarakat
Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Kolaka untuk seluruh kebutuhan makanan dan bukan makanan tahun 2024 tercatat sebesar 1285548 rupiah per kapita per bulan. Angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ke 4 secara keseluruhan di Sulawesi Tenggara. Dari total pengeluaran tersebut, porsi pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 10,37 persen dari seluruh pengeluaran bulanan masyarakat di wilayah ini.
Perbandingan Pertumbuhan Lima Tahun Terakhir
Rata-rata pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kolaka selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 119697 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 berada 11,4 persen di atas rata-rata lima tahun tersebut, dan juga berada 6,4 persen di atas rata-rata tiga tahun terakhir. Meskipun pernah mengalami penurunan yang dalam pada tahun 2022, secara keseluruhan pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah ini menunjukkan kecenderungan naik sepanjang periode pengamatan tujuh tahun terakhir.