Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Persentase penduduk miskin turun sedikit dari 12,9 persen tahun sebelumnya menjadi 12,32 persen, dengan jumlah penduduk miskin turun 640 orang menjadi 14.860 orang. Jumlah penduduk kabupaten ini naik 3.131 orang menjadi 129.171 jiwa, dengan pertumbuhan 2,48 persen. Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 156, dan rank di pulau Sulawesi di urutan 29.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Transportasi dan Pergudangan Periode 2013-2025)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 sebesar 28,08 persen, dan terendah di tahun 2024 sebesar 12,32 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di tahun 2008 turun 11,68 persen, dan tertinggi di tahun 2005 sebesar 9,99 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 13,05 persen, lebih rendah daripada rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 13,35 persen. Rank se-Indonesia bergeser dari urutan 96 di tahun 2004 ke 156 di tahun 2024, menunjukkan posisi kemiskinan kabupaten ini sedikit membaik selama dua dekade.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan berada di urutan ke-4 persentase kemiskinan. Angka 12,32 persen lebih rendah daripada Banggai Laut (13,78 persen) dan Buol (13,08 persen), tapi lebih tinggi daripada Morowali Utara (11,95 persen), Sigi (12,06 persen), dan Toli Toli (12,45 persen). Jumlah penduduk miskinnya 14.860 orang lebih banyak daripada Banggai Laut, tapi lebih sedikit daripada Buol, Morowali, Sigi, dan Toli Toli.
Kabupaten Buol
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 143, dengan angka 13,08 persen. Jumlah penduduk miskinnya 23.050 orang, lebih banyak daripada Kabupaten Banggai Kepulauan, sementara jumlah penduduknya 160.493 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp477,64 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,96 persen. Pendapatan per kapita mencapai Rp51,14 juta per kapita per tahun, dengan pertumbuhan 7,12 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit 0,35 persen, menunjukkan kondisi kemiskinan yang sedikit membaik dibanding tahun sebelumnya, meskipun jumlah penduduk miskin masih lebih tinggi daripada beberapa kabupaten tetangga.
Kabupaten Banggai Laut
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 128, dengan angka 13,78 persen yang lebih tinggi daripada Kabupaten Banggai Kepulauan. Jumlah penduduk miskinnya 11.160 orang, lebih sedikit daripada Kabupaten Banggai Kepulauan, dan jumlah penduduknya 77.395 jiwa yang juga lebih kecil. Garis kemiskinan di sini adalah Rp443,88 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,53 persen. Pendapatan per kapita hanya Rp43,55 juta per kapita per tahun, dengan pertumbuhan 5,44 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit 0,98 persen, menunjukkan perbaikan kecil dalam jumlah penduduk miskin, meskipun persentase kemiskinan masih berada di posisi tertinggi di antara kabupaten tetangga.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Toraja Utara Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Morowali Utara
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 171, dengan angka 11,95 persen yang lebih rendah daripada Kabupaten Banggai Kepulauan. Jumlah penduduk miskinnya 16.740 orang, lebih banyak daripada Kabupaten Banggai Kepulauan, sementara jumlah penduduknya 150.634 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp594,14 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,82 persen. Pendapatan per kapita mencapai Rp236,45 juta per kapita per tahun, dengan pertumbuhan 12,75 persen yang cukup tinggi. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit 5,21 persen, menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin yang lebih signifikan dibandingkan kabupaten lain di sekitarnya.
Kabupaten Morowali
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 190, dengan angka 11,55 persen yang merupakan yang terendah di antara kabupaten tetangga. Jumlah penduduk miskinnya 14.990 orang, hampir sama dengan Kabupaten Banggai Kepulauan, sementara jumlah penduduknya 190.449 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp590,03 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,66 persen. Pendapatan per kapita mencapai Rp100,32 juta per kapita per tahun, dengan pertumbuhan 8,19 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit 4,83 persen, menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin yang cukup signifikan, didukung oleh jumlah penduduk yang lebih besar dan pendapatan per kapita yang tinggi.
Kabupaten Sigi
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 166, dengan angka 12,06 persen yang lebih rendah daripada Kabupaten Banggai Kepulauan. Jumlah penduduk miskinnya 29.800 orang, yang merupakan yang tertinggi di antara kabupaten tetangga, sementara jumlah penduduknya 270.189 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp463,01 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,02 persen. Pendapatan per kapita mencapai Rp46,53 juta per kapita per tahun, dengan pertumbuhan 9,11 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit 5,31 persen, menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin yang signifikan, meskipun jumlah penduduk miskin masih lebih tinggi karena jumlah penduduk yang lebih besar.
Kabupaten Toli Toli
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan 153, dengan angka 12,45 persen yang sedikit lebih tinggi daripada Kabupaten Banggai Kepulauan. Jumlah penduduk miskinnya 30.390 orang, yang merupakan yang tertinggi di antara kabupaten tetangga, sementara jumlah penduduknya 241.224 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp441,98 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,98 persen. Pendapatan per kapita mencapai Rp47,35 juta per kapita per tahun, dengan pertumbuhan 5,81 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit 2,38 persen, menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin yang sedikit, meskipun jumlah penduduk miskin masih tinggi karena jumlah penduduk yang besar dan persentase kemiskinan yang cukup tinggi.