Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Toraja Utara, pada 2024 mencapai Rp13,26 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,49% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp12,31 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,05%.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Bima Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 264,28 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp47.726 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 269.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor di Kabupaten Toraja Utara pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp3,18 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 5,44% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,95 jutajuta.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Toraja Utara ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 1,86% menjadi Rp2,2 jutajuta, PDRB sektor konstruksi yang kali ini diurutan ketiga pertumbuhan negatif -0,14% menjadi Rp1,9 jutajuta.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bone Periode 2004 - 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp809,85 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Toraja Utara pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Toraja Utara ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 24,79%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.