Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Bima, pada 2024 mencapai Rp5,31 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,04% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp4,99 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,08%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bogor Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 163,82 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp32.479 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 406.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,38 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,53%.
Di urutan kedua adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 1,35% menjadi Rp722,33 ribujuta, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan PDRB Rp593,65 ribujuta (7,5%).
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Sumbawa Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kota Bima, untuk urutan lima besar adalah konstruksi dengan nilai Rp417,24 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 0,84% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp410,79 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kota Bima pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Bima ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 25,22%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor transportasi dan pergudangan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.