- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Kepulauan Marshall hingga tahun 2024 menunjukkan nilai berada di angka 1,05 unit. Pada tahun ini terjadi pertumbuhan tahunan sebesar 2,74 persen, mengakhiri pola penurunan yang terjadi pada 2022. Nilai 2024 ini kembali ke level yang sama dengan catatan tahun 2015, setelah selama 9 tahun terakhir tidak pernah melewati ambang batas tertinggi yang pernah tercatat pada 2016 dan 2017.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Utara | 2024)
Tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024 mencatat pola pemulihan bertahap. Setelah pada 2022 terjadi kontraksi dalam artian penurunan nilai PDB PPP sebesar 7,61 persen yang menjadi titik terendah dalam 10 tahun terakhir, pemulihan berjalan lambat dengan pertumbuhan 2,81 persen pada 2023 dan tetap stabil di angka 2,74 persen untuk tahun berjalan. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir tercatat minus 0,68 persen.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kepulauan Marshall terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan periode lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan justru mencatat angka minus 1,09 persen. Hal ini menunjukkan kondisi tiga tahun terakhir secara rata-rata masih lebih baik dibandingkan lima tahun ke belakang, meskipun secara keseluruhan masih belum keluar dari zona tekanan ekonomi jangka menengah. Kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada 2016 dengan pertumbuhan 6,17 persen.
Anomali terbesar tercatat pada tahun 2022, dimana nilai PDB PPP anjlok 7,61 persen secara tahunan. Penurunan ini merupakan yang terparah sepanjang data 10 tahun yang tersedia, bahkan lebih dalam dibandingkan penurunan pada tahun 2019. Setelah anomali tersebut, pemulihan berjalan dengan laju pertumbuhan yang konsisten di bawah 3 persen setiap tahunnya tanpa lonjakan berarti.
Untuk peringkat regional kawasan Oseania, Kepulauan Marshall berada di peringkat 11 pada tahun 2024. Peringkat ini membaik satu tingkat dibandingkan posisi tahun 2023 yang berada di urutan 12. Sepanjang 10 tahun terakhir, peringkat negara ini selalu bergerak di rentang 10 hingga 12, tanpa pernah mampu menembus 9 besar kawasan.
Dibandingkan negara lain di kawasan Oseania, pertumbuhan PDB PPP Kepulauan Marshall tahun 2024 berada di atas rata-rata pertumbuhan Australia, Selandia Baru dan Vanuatu, namun masih lebih rendah dibandingkan Nauru, Papua Nugini dan Samoa. Secara nilai absolut, negara ini masih berada di posisi bawah kawasan, hanya berada di atas Kiribati, Palau dan Fiji.
Proyeksi IMF hingga tahun 2030 menunjukkan pertumbuhan akan tetap berjalan namun dengan laju yang melambat secara bertahap. Setelah tahun 2025, pertumbuhan akan kembali menembus 2 persen pada 2027 sebelum kembali melambat di bawah 1 persen sampai akhir periode proyeksi. Tidak ada tanda-tanda pemulihan cepat, kondisi ekonomi akan membaik namun berjalan sangat lambat.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.889 | -0.41 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |