Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Aceh Singkil menunjukkan perkembangan yang menarik pada tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran untuk sabun mandi mencapai Rp 56.610 per kapita per bulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tengah 2015 - 2024)
Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, angka ini menempatkan Kabupaten Aceh Singkil pada peringkat ke-13 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Aceh dan peringkat ke-297 secara nasional.
Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Aceh Singkil memperlihatkan fluktuasi selama periode 2018-2024.
Sempat mengalami penurunan 10,4% pada tahun 2019, pengeluaran kembali naik, namun sempat sedikit turun 1,4% pada tahun 2021.
Pertumbuhan signifikan terjadi pada tahun 2023 dengan kenaikan sebesar 22,3%, diikuti pertumbuhan 5,2% pada tahun 2024.
Dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp 182.590, pengeluaran untuk sabun mandi hanya mencakup sebagian kecil dari total pengeluaran.
Namun, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk perawatan yang mencapai Rp 44.355, pengeluaran untuk sabun mandi menunjukkan bahwa kebersihan diri masih menjadi prioritas bagi masyarakat Kabupaten Aceh Singkil.
Pertumbuhan pengeluaran untuk sabun mandi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan diri.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Utara 2018 - 2024)
Posisi Kabupaten Aceh Singkil dalam peringkat pengeluaran untuk sabun mandi di Provinsi Aceh menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan.
Kota Sabang menduduki peringkat pertama dengan pengeluaran Rp 114.991, diikuti Kota Banda Aceh dengan Rp 100.106.
Kabupaten Bener Meriah berada di urutan ketiga dengan Rp 91.819.
Kabupaten Nagan Raya dan Kota Lhokseumawe juga mencatatkan pengeluaran yang tinggi, masing-masing Rp 91.431 dan Rp 90.514.
Beberapa kabupaten/kota lain di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang tinggi dalam pengeluaran untuk sabun mandi.
Kota Lhokseumawe mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 30,5%, diikuti Kabupaten Simeulue dengan 27,3%.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Utara mengalami penurunan tajam turun 29%.
Kota Subulussalam juga mengalami penurunan signifikan turun 36,3%.
Kabupaten Bireuen juga mengalami penurunan turun 24.8%.
Kota Banda Aceh
Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Banda Aceh mencapai Rp 1.371.277 pada tahun 2024, meningkat 5,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 1.031.407, meningkat 14,1%. Dengan total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp 2.402.683, Kota Banda Aceh menduduki peringkat pertama di Provinsi Aceh.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengeluaran bukan makanan, yaitu sebesar 43,4%, mencapai Rp 893.134 pada tahun 2024. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami pertumbuhan sebesar 35,1%, mencapai Rp 798.985. Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di Kota Lhokseumawe mencapai Rp 1.692.119, menempatkannya pada peringkat ketiga di antara kabupaten/kota di Aceh.
Kabupaten Bener Meriah
Pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Bener Meriah mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu 34,6% menjadi Rp 716.407. Pengeluaran untuk makanan juga meningkat 32,4% menjadi Rp 958.426. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di Kabupaten Bener Meriah mencapai Rp 1.674.833, menduduki peringkat keempat di provinsi tersebut.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya mencatat pengeluaran untuk makanan sebesar Rp 1.120.129 pada tahun 2024, meningkat 24,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran bukan makanan mengalami pertumbuhan sebesar 19,7% menjadi Rp 696.057. Total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp 1.816.186. Meskipun demikian, peringkatnya turun menjadi kedua di Provinsi Aceh.