- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Grenada sampai tahun 2024, tercatat nilai konversi PPP berada di angka 1,59 unit. Angka ini merupakan penurunan berkelanjutan ketiga kalinya secara berturut-turut, setelah pada 2022 tercatat 1,62 dan 2023 sebesar 1,61 unit.
(Baca: Harga Beras di Pasar Tradisional Gorontalo Hari Ini Stabil di Rp16,7 Ribu , Update 04 Agustus 2026)
Dalam periode tiga tahun terakhir yakni 2022 sampai 2024, rata-rata nilai PDB PPP Grenada sebesar 1,607 unit. Nilai 2024 tercatat 1,05% lebih rendah dibanding rata-rata tiga tahun tersebut, dan juga 2,21% lebih rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir periode 2020-2024. Hal ini menunjukkan pertumbuhan tiga tahun terakhir memiliki performa lebih buruk dibanding lima tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Grenada terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Catatan historis 10 tahun terakhir menunjukkan kenaikan tertinggi nilai PDB PPP Grenada terjadi pada tahun 2016 dengan angka 1,76 unit. Sedangkan titik terendah dalam periode 10 tahun ini tercatat tepat pada tahun 2024, menjadi level terendah sepanjang data yang dipublikasikan. Tidak ditemukan anomali lonjakan drastis, penurunan berjalan bertahap konsisten sejak tahun 2019.
Kondisi fluktuatif yang terjadi pada 10 tahun terakhir ini ditandai dengan periode kenaikan lemah pada 2015-2016, kemudian pergerakan mendatar di rentang 1,70 sampai 1,75 unit sampai tahun 2020, lalu memasuki fase penurunan konsisten tanpa pemulihan tunggal mulai tahun 2021. Secara kumulatif, penurunan total sejak puncak 2016 sampai 2024 mencapai 9,66%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Landak 2,69 Persen)
Peringkat PDB PPP Grenada di wilayah Karibia stagnan di posisi 8 sejak tahun 2019, tidak ada perubahan posisi selama lima tahun terakhir. Posisi ini tetap berada di bawah tujuh negara lain di kawasan yang memiliki nilai daya beli riil ekonomi lebih besar.
Dari data perbandingan regional, posisi Grenada terpaut sangat jauh dari 5 negara teratas Karibia. Lima teratas tersebut secara berurutan adalah Jamaika, Haiti, Republik Dominika, Trinidad dan Tobago, serta Barbados. Grenada juga mencatat pertumbuhan negatif tahun 2024, sementara 6 dari 13 negara lain di kawasan justru mencatat pertumbuhan positif PDB PPP.
Proyeksi IMF sampai tahun 2030 menunjukkan penurunan masih akan berlanjut sampai 2026, sebelum akhirnya memasuki periode pergerakan hampir datar di kisaran 1,56 sampai 1,57 unit. Kontraksi yang diproyeksikan berarti akan terjadi penyusutan nilai daya beli riil penduduk Grenada, tanpa tanda pemulihan kembali ke level sebelum tahun 2022 setidaknya sampai akhir dekade ini.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.868 | +0.05 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |