- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Grenada sampai tahun 2024, mencatat nilai sebesar 1,59 unit. Angka ini menunjukkan penurunan berkelanjutan sejak tahun 2022, dimana setelah sempat stabil di kisaran 1,7 unit pada 2019 sampai 2021, nilai ini anjlok 4,59% pada 2022, dilanjutkan penurunan 0,86% pada 2023, dan kembali turun 1% di tahun 2024.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kayu Periode 2013-2023)
Periode tiga tahun terakhir 2022-2024 mencatat rata-rata pertumbuhan sebesar minus 2,15% per tahun. Angka ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024 yang tercatat minus 1,52% per tahun, dan juga jauh dibawah performa dekade 2015-2024. Istilah kontraksi disini berarti nilai PDB PPP mengalami pengecilan nilai secara konsisten setiap periode tahun dibanding tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Grenada terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam 10 tahun data tercatat, pertumbuhan tertinggi PDB PPP Grenada terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan positif 1,83%, sementara titik terendah sepanjang catatan terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi sebesar 4,59%. Anomali penurunan tajam tahun 2022 menjadi titik balik, dimana setelah tahun tersebut tidak ada satupun tahun yang mencatatkan pertumbuhan positif hingga 2024.
Peringkat Grenada di kawasan Karibia berdasarkan indikator ini stagnan di peringkat 8 sejak tahun 2019. Tidak ada perubahan posisi peringkat selama lima tahun terakhir, meskipun terjadi pergerakan nilai pertumbuhan pada negara tetangga di kawasan yang sama.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Libya 2024)
Dibandingkan negara lain di kawasan Karibia, Grenada berada dibawah performa pertumbuhan terbaik tiga tahun terakhir yang diraih oleh Haiti dengan rata-rata pertumbuhan 26,05%, Republik Dominika 1,81% dan Antigua dan Barbuda 3,87%. Grenada bahkan masuk dalam kelompok 6 negara di kawasan yang mencatatkan pertumbuhan negatif selama periode tersebut.
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Grenada sampai tahun 2030. Proyeksi menunjukkan penurunan akan berlanjut sampai tahun 2026 dengan nilai terendah 1,566 unit, sebelum memasuki periode stagnan dengan pergerakan pertumbuhan dibawah 0,2% per tahun sampai akhir dekade. Tidak ada tanda pemulihan kembali ke nilai diatas 1,6 unit setidaknya sampai tahun 2030 menurut data proyeksi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Grenada berdasarkan ukuran daya beli masyarakat belum menunjukkan sinyal perbaikan. Setelah kontraksi tajam tahun 2022, penurunan masih berjalan lambat namun konsisten, dan proyeksi jangka menengah tidak menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang mampu membalikkan tren penurunan yang terjadi sejak tiga tahun terakhir.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |