Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Banjar Naik 1,08% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 20/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mencapai 4,25% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,28% dari tahun sebelumnya sebesar 3,97%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,08%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Banjar lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Banjar yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,25% dari total penduduk.

Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kabupaten Banjar ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (6,16%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
  2. Kabupaten Tabalong: 2,52%
  3. Kabupaten Tapin: 2,76%
  4. Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
  5. Kota Banjar Baru: 3,53%
  6. Kabupaten Balangan: 3,71%
  7. Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
  8. Kabupaten Kota Baru: 4,12%
  9. Kabupaten Banjar: 4,25%
  10. Kota Banjarmasin: 4,42%

(Baca: Jumlah Penduduk RI yang Bekerja Meningkat pada Agustus 2025)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...