Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Halmahera Utara tahun 2024 mencapai 283.505 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 sebesar 29.311,9 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Data 2024: Jumlah Perceraian Sumatera Selatan 778 Kasus)
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Halmahera Utara mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Tahun 2018, pengeluaran berada di level 162.287 rupiah per kapita per bulan, kemudian sedikit turun menjadi 152.778 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran naik menjadi 166.269 rupiah per kapita per bulan, lalu mengalami kenaikan signifikan menjadi 239.321 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran sedikit turun menjadi 200.998 rupiah per kapita per bulan, sebelum naik kembali menjadi 254.193 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2023 dan mencapai 283.505 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024.
Data pendukung menunjukkan komponen pengeluaran aneka barang dan jasa terbesar adalah makanan jadi dengan rata-rata 118.733 rupiah per kapita per bulan, diikuti oleh rokok dan tembakau sebesar 111.058 rupiah per kapita per bulan. Komponen lain seperti perawatan (73.311 rupiah), sabun mandi (72.385 rupiah), dan kecantikan (34.675 rupiah) juga menjadi bagian dari pengeluaran masyarakat di wilayah ini.
Dari segi perbandingan di provinsi Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Utara menempati urutan keempat dalam pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi adalah Kota Ternate (402.143 rupiah per kapita per bulan) dengan pertumbuhan 20,7 persen, diikuti oleh Kabupaten Halmahera Timur (380.483 rupiah, pertumbuhan 39,8 persen) dan Kabupaten Halmahera Tengah (371.197 rupiah, pertumbuhan 12 persen). Kota Tidore Kepulauan menempati urutan kelima dengan pengeluaran 275.584 rupiah per kapita per bulan, yang mengalami penurunan 21,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan kenaikan secara bertahap. Rata-rata pengeluaran selama tiga tahun tersebut adalah sekitar 246.232 rupiah per kapita per bulan, yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 202.809 rupiah per kapita per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat untuk aneka barang dan jasa mengalami perkembangan positif dalam jangka panjang.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Aceh 2018 - 2024)
Kota Ternate
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Ternate tahun 2024 mencapai 2.197.393 rupiah, dengan pertumbuhan 16,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 1.257.759 rupiah, dengan pertumbuhan 46,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan pertama di provinsi Maluku Utara. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Ternate tahun 2024 sebesar 939.634 rupiah, dengan pertumbuhan 40,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga menempati urutan pertama di provinsi. Pengeluaran aneka barang dan jasa di Kota Ternate tahun 2024 mencapai 402.143 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 20,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi.
Kabupaten Halmahera Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2024 mencapai 2.057.205 rupiah, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 1.118.124 rupiah, dengan pertumbuhan 82,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan kedua di provinsi Maluku Utara. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2024 sebesar 939.081 rupiah, dengan pertumbuhan 62,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan kedua di provinsi. Pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini tahun 2024 mencapai 371.197 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan ketiga di provinsi.
Kabupaten Halmahera Timur
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Halmahera Timur tahun 2024 mencapai 1.558.307 rupiah, dengan pertumbuhan 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 753.772 rupiah, dengan pertumbuhan 50,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan ketiga di provinsi Maluku Utara. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Halmahera Timur tahun 2024 sebesar 804.535 rupiah, dengan pertumbuhan 36,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan ketiga di provinsi. Pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini tahun 2024 mencapai 380.483 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 39,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan kedua di provinsi.
Kota Tidore Kepulauan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Tidore Kepulauan tahun 2024 mencapai 1.454.975 rupiah, dengan penurunan 16,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 703.880 rupiah, dengan pertumbuhan 22,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan keempat di provinsi Maluku Utara. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Tidore Kepulauan tahun 2024 sebesar 751.095 rupiah, dengan pertumbuhan 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan keempat di provinsi. Pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini tahun 2024 mencapai 275.584 rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan 21,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati urutan kelima di provinsi.