Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) pada 2024 tercatat sebesar Rp 166.649 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 160.977,32. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS).
Dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan di Bolsel yang mencapai Rp 965.956, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 17,25 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan yang sebesar Rp 413.860, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa mencakup sekitar 40,27 persen. Komponen terbesar dalam pengeluaran aneka barang dan jasa ini adalah rokok dan tembakau yang mencapai Rp 125.020, diikuti makanan jadi sebesar Rp 115.619.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Bolsel cenderung fluktuatif. Setelah mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,4 persen pada 2019, terjadi penurunan sebesar 12,9 persen pada 2020. Pada 2021, pengeluaran melonjak tajam sebesar 35,6 persen, namun kembali merosot 25,7 persen pada 2022. Dua tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang relatif stagnan, yaitu 0,1 persen pada 2023 dan 3,5 persen pada 2024.
Peningkatan pengeluaran masyarakat Bolsel secara keseluruhan juga perlu diperhatikan. Pada 2024, total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp 965.956, menunjukkan penurunan sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.091.782. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi atau kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.
Dalam perbandingan antar wilayah, pada 2024, Kabupaten Bolsel berada di urutan ke-14 dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa. Secara nasional, Bolsel menduduki peringkat ke-424. Beberapa wilayah lain di Sulawesi Utara menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi. Misalnya, Kota Manado mencatatkan pengeluaran sebesar Rp 462.304, Kota Tomohon sebesar Rp 407.941, dan Kota Bitung sebesar Rp 358.213.
BPS mencatat pertumbuhan pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di beberapa kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara pada 2024. Kota Manado mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 28,7 persen, diikuti Kota Kotamobagu sebesar 27 persen. Sementara itu, beberapa wilayah lain justru mengalami penurunan, seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe yang turun 24,3 persen dan Kabupaten Minahasa Utara yang turun 22,7 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kota Payakumbuh | 2024)
Rata-rata pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Bolsel dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah sekitar Rp 162.827 per kapita per bulan. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yang mencapai Rp 172.121. Hal ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa cenderung sedikit mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa di Bolsel terjadi pada 2021, yaitu Rp 216.450 per kapita per bulan. Sementara pengeluaran terendah terjadi pada 2018, yaitu Rp 154.849. Anomali terjadi pada 2021, di mana terjadi lonjakan signifikan yang tidak konsisten dengan tahun-tahun lainnya, yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang perlu diinvestigasi lebih lanjut.
Kota Manado
Pada 2024, Kota Manado mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp 907.150, meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Manado pada peringkat pertama di Sulawesi Utara. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 789.594, dengan pertumbuhan 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp 1.696.743, mengalami penurunan 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat kedua di provinsi.
Kota Tomohon
Kota Tomohon menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp 897.100 pada 2024, meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tomohon menduduki peringkat kedua dalam hal pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Utara. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp 808.668, tumbuh 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp 1.705.768, meningkat 6,7 persen dan menempati peringkat pertama di provinsi.
Kota Bitung
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Bitung mencapai Rp 791.156 pada 2024, mengalami lonjakan signifikan sebesar 27,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bitung berada di peringkat ketiga di Sulawesi Utara dalam hal pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp 777.695, tumbuh 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp 1.568.852, sedikit menurun 0,5 persen dan menempati peringkat keempat di provinsi.
Kota Kotamobagu
Pada 2024, Kota Kotamobagu mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp 790.236, meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kotamobagu berada di peringkat keempat di Sulawesi Utara dalam hal pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp 734.257, tumbuh 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp 1.524.493, meningkat 5,6 persen dan menempati peringkat kelima di provinsi.