PDB Menurut Daya Beli di Republik Guinea Khatulistiwa 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Republik Guinea Khatulistiwa tahun 2024 tercatat di angka 226,6 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,59 persen dibandingkan tahun 2023, melanjutkan kontraksi yang terjadi setahun sebelumnya. Kontraksi disini berarti nilai total output ekonomi negara ini setelah disesuaikan daya beli masyarakat mengalami penyusutan nilai riil secara tahunan.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Republik Guinea Khatulistiwa terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Statistik Produksi Kakao Periode 2013-2024)
Data tiga tahun terakhir 2022-2024 menunjukkan pola fluktuatif tajam: tahun 2022 pernah mencatat pertumbuhan positif 13,97 persen, namun langsung terkontraksi 10,86 persen di 2023 dan kembali turun 2,59 persen di 2024. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir berada di angka 0,17 persen, jauh lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang tercatat sebesar 1 persen.
Sepanjang 10 tahun data historis, kenaikan tertinggi PDB PPP Guinea Khatulistiwa terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 13,97 persen. Sementara penurunan terparah tercatat pada tahun 2015 dengan kontraksi mencapai 20,93 persen. Terdapat anomali pada tahun 2022 dimana terjadi lonjakan pertumbuhan sangat tinggi yang tidak terjadi pada 9 tahun lainnya, sebelum kemudian kembali jatuh dalam dua tahun berturut-turut.
Dari sisi peringkat regional kawasan Afrika, posisi Guinea Khatulistiwa pada 2024 turun menjadi peringkat 13. Peringkat ini turun 2 tingkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di urutan 11. Penurunan peringkat ini terjadi bersamaan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi sebagian besar negara lain di kawasan Afrika pada tahun yang sama.
Jika dibandingkan dengan 5 negara teratas kawasan Afrika berdasarkan PDB PPP tahun 2024, posisi Guinea Khatulistiwa masih sangat tertinggal. Lima besar teratas kawasan tersebut berturut-turut adalah Sierra Leone, Guinea, Madagaskar, Uganda dan Tanzania. Nilai PDB PPP Guinea Khatulistiwa hanya mencapai 3,9 persen dari nilai PDB PPP negara teratas kawasan Afrika pada tahun ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Buru | 2024)
International Monetary Fund (IMF) juga merilis proyeksi PDB PPP Guinea Khatulistiwa hingga tahun 2030. Untuk tahun 2025, diproyeksikan terjadi pemulihan dengan pertumbuhan sebesar 7,72 persen, mengembalikan nilai PDB PPP ke angka di atas level tahun 2023. Namun setelah tahun 2025, proyeksi menunjukkan kembali terjadi kontraksi kecil selama tiga tahun berturut-turut sebelum kembali tumbuh sangat lambat mulai tahun 2029.
Secara keseluruhan, data 2024 menunjukkan ekonomi Guinea Khatulistiwa masih berada dalam fase pemulihan yang belum stabil setelah kejutan kontraksi tahun 2023. Meskipun ada proyeksi pertumbuhan positif pada 2025, tren jangka menengah tidak menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan, sehingga perbaikan peringkat regional diperkirakan tidak akan terjadi dalam 3 tahun ke depan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.663 | +0.46 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |