Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Batu Bara pada tahun 2024 sebesar 154549 Rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan sebesar 3,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih pengeluaran turun 5370 Rupiah. Informasi ini diolah dari data Susenas, yang juga mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah ini sebesar 225754 Rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Timur 2015 - 2024)
Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Batu Bara mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018 hingga 2019 naik sebesar 5,3 persen, lalu naik secara signifikan sebesar 14,1 persen pada tahun 2020. Tahun 2020 hingga 2021 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,6 persen, kemudian naik kembali sebesar 14,2 persen pada tahun 2022. Tahun 2022 hingga 2023 naik sebesar 2,1 persen, dan tahun 2023 hingga 2024 turun sebesar 3,4 persen. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 159919 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Batu Bara menempati peringkat ke-21 di antara 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Wilayah dengan peringkat lima teratas di provinsi adalah Kota Medan (peringkat 1, 303092 Rupiah, naik 9,7 persen), Kabupaten Karo (peringkat 2, 294011 Rupiah, naik 3,6 persen), Kota Tebing Tinggi (peringkat 3, 290408 Rupiah, naik 5,1 persen), Kota Sibolga (peringkat 4, 281952 Rupiah, naik 8,1 persen), dan Kota Tanjung Balai (peringkat 5, 243251 Rupiah, naik 4,6 persen).
Data pendukung menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Batu Bara sebesar 147824 Rupiah, yang hampir sama besar dengan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini pada tahun 2024 sebesar 540191 Rupiah, naik sebesar 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-10 di Provinsi Sumatera Utara.
Kota Medan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Medan tahun 2024 sebesar 1078461 Rupiah, naik sebesar 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-1 di Provinsi Sumatera Utara. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) sebesar 1950826 Rupiah, sedikit turun sebesar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan rata-rata pengeluaran untuk makanan sebesar 872365 Rupiah, naik sebesar 8,6 persen dengan peringkat ke-3 di provinsi.
(Baca: Luas Tanaman Tebu Periode 2013-2024)
Kabupaten Karo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Karo tahun 2024 sebesar 527956 Rupiah, naik sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-13 di Provinsi Sumatera Utara. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan sebesar 1563884 Rupiah, sedikit turun sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan rata-rata pengeluaran untuk makanan sebesar 1035928 Rupiah, naik sebesar 19,5 persen dengan peringkat ke-1 di provinsi.
Kota Tebing Tinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Tebing Tinggi tahun 2024 sebesar 857842 Rupiah, naik sebesar 41,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-2 di Provinsi Sumatera Utara. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan sebesar 1698076 Rupiah, naik sebesar 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan rata-rata pengeluaran untuk makanan sebesar 840234 Rupiah, naik sebesar 31,4 persen dengan peringkat ke-5 di provinsi.
Kota Binjai
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Binjai tahun 2024 sebesar 737849 Rupiah, naik sebesar 27,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-3 di Provinsi Sumatera Utara. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan sebesar 1574094 Rupiah, naik sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan rata-rata pengeluaran untuk makanan sebesar 836245 Rupiah, naik sebesar 30,1 persen dengan peringkat ke-6 di provinsi.