Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2024 mencapai Rp231.774 per kapita per bulan. Angka ini mengalami kenaikan sedikit, yakni 0,9% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp229.676 per kapita per bulan.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota yang mencapai Rp1.387.186 per kapita per bulan, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 16,7%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan, kontribusi pengeluaran aneka barang dan jasa terhadap total pengeluaran bukan makanan sebesar 41,1%.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2019, terjadi penurunan sebesar 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2020, terjadi lonjakan signifikan sebesar 24,9%. Setelah itu, terjadi penurunan kembali pada tahun 2021 dan 2022, sebelum akhirnya naik lagi pada tahun 2023 dan 2024. Pada tahun 2020, ada anomali berupa lonjakan pengeluaran untuk aneka barang dan jasa yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun lainnya.
Berdasarkan data perbandingan, pada tahun 2024, Kabupaten Lima Puluh Kota berada di peringkat 10 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa di antara kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Sementara itu, di tingkat nasional, kabupaten ini berada di peringkat 254. Urutan ini masih sama jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Di antara beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera Barat, Kota Bukit Tinggi mencatatkan nilai pengeluaran untuk aneka barang dan jasa tertinggi pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp334.553, dengan pertumbuhan 31,7%. Kota Padang Panjang berada di urutan kedua dengan nilai Rp306.429 dan pertumbuhan 8,2%. Sementara itu, Kota Sawahlunto mencatat nilai Rp297.569, namun mengalami penurunan sebesar 7,1%. Kota Padang mencatatkan nilai Rp295.298 dengan penurunan 1,3%, dan Kota Pariaman mencatat nilai Rp286.600 dengan pertumbuhan tertinggi kedua sebesar 34,1%.
Kota Padang
Berdasarkan data dari BPS, pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Padang pada tahun 2024 mencapai Rp1.051.706, naik 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Padang menempati peringkat pertama se-Sumatera Barat untuk kategori ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sawahlunto Periode 2005 - 2024)
Kota Bukit Tinggi
Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Bukit Tinggi mencapai Rp962.655 pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 11,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini berada pada urutan kedua di Sumatera Barat dalam hal pengeluaran bukan makanan.
Kota Padang Panjang
Kota Padang Panjang mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp1.239.644 pada tahun 2024, pertumbuhan tertinggi dibandingkan daerah lain yaitu sebesar 63.8%. Kota ini menduduki peringkat pertama di Sumatera Barat untuk kategori pengeluaran makanan. Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan makanan dan bukan makanan mencapai Rp2.182.054, tertinggi juga di Sumatera Barat.
Kota Payakumbuh
Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Payakumbuh pada tahun 2024 adalah sebesar Rp1.741.595. Namun terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini berada di urutan kelima di Sumatera Barat dalam hal pengeluaran total.
Kota Sawahlunto
Pada tahun 2024, pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Sawahlunto mencapai Rp876.123, mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu 19.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini berada pada urutan kelima se-kabupaten kota di Sumatera Barat.