Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Sorong, Papua Barat Daya tahun 2024: persentase penduduk miskin 13,67 persen, sedikit turun 0,74 persen dari tahun lalu. Jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi 40.680 orang, dari 41.610 orang tahun sebelumnya. Jumlah penduduk total naik sedikit menjadi 284.649 jiwa, pertumbuhan 0,45 persen. Wilayah ini berada di peringkat 39 di Pulau Papua dan 132 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara | 2007 - 2024)
Data historis 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi tahun 2005 (38,59 persen), terendah tahun 2010 dan 2011 (14,04 persen). Pertumbuhan terendah tahun 2008 (-58,19 persen) karena drastis turun dari 35,71 persen ke 14,93 persen. Rata-rata 3 tahun terakhir (14,35 persen) dan 5 tahun terakhir (14,68 persen), tahun 2024 lebih rendah dari keduanya. Peringkat se-Indonesia bergeser dari 24 (2004) ke 132 (2024).
Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua Barat Daya, Kota Sorong memiliki persentase kemiskinan terendah (13,67 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih tinggi dibanding dua kabupaten lain, namun pendapatan per kapita 101,11 juta rupiah per tahun tertinggi. Garis kemiskinan mencapai 629,47 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Pasaman 2016-2025)
Kabupaten Raja Ampat
Menempati peringkat 88 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 15,83 persen dengan pertumbuhan penurunan 5,55 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 8.130 orang, jauh lebih rendah dibanding Kota Sorong, dengan jumlah penduduk total 70.810 jiwa yang mengalami pertumbuhan 4,59 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 629,47 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sekitar 58,58 juta rupiah per tahun, yang lebih rendah dibanding Kota Sorong namun lebih tinggi dari Kabupaten Sorong Selatan. Pertumbuhan garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 12,99 persen, menunjukkan peningkatan batas kemiskinan yang cukup signifikan dibandingkan wilayah tetangga.
Kabupaten Sorong Selatan
Berada di peringkat 65 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 17,83 persen dengan pertumbuhan penurunan 1,55 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 9.400 orang, dengan jumlah penduduk total 55.904 jiwa yang mengalami pertumbuhan 5,77 persen, yang merupakan pertumbuhan penduduk tertinggi di antara ketiga wilayah. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 579,31 ribu rupiah per kapita per bulan, yang terendah di antara ketiganya, sedangkan pendapatan per kapita sekitar 41,55 juta rupiah per tahun, juga terendah di antara ketiganya. Pertumbuhan garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 14,27 persen, yang merupakan yang tertinggi di antara ketiga wilayah, menunjukkan peningkatan batas kemiskinan yang lebih cepat dibandingkan yang lain.