Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kota Depok tahun 2024 sebesar 65.777 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 71.518 rupiah per kapita sebulan. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya adalah minus 5.740 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 9,1 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Depok yang sebesar 722.426 rupiah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Serang Periode 2004 - 2024)
Dari tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran kecantikan di Kota Depok menunjukkan tren kenaikan kecuali tahun 2019 yang sedikit turun sebesar 1,6 persen dari tahun 2018. Tahun 2020 menjadi tahun dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 16,5 persen, diikuti oleh tahun 2022 dengan pertumbuhan 17,6 persen. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebelum mengalami penurunan di tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kecantikan selama lima tahun terakhir (2019-2023) adalah sekitar 62.030 rupiah per kapita sebulan, sedangkan tahun 2024 berada di atas rata-rata tersebut.
Pengeluaran kecantikan di Kota Depok jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi (420.276 rupiah), perawatan (140.716 rupiah), rokok dan tembakau (164.492 rupiah), serta sabun mandi (125.490 rupiah). Namun, pengeluaran ini masih menjadi bagian dari pengeluaran non-makanan yang secara keseluruhan di Kota Depok tahun 2024 sebesar 722.426 rupiah per kapita sebulan.
Kota Depok menempati peringkat ke-4 dalam pengeluaran kecantikan di antara kabupaten/kota se-Jawa Barat tahun 2024. Wilayah yang berada di atasnya adalah Kota Bekasi (peringkat 1), Kota Sukabumi (peringkat 2), dan Kota Cimahi (peringkat 3). Di tingkat pulau Jawa, Kota Depok berada di peringkat ke-17, sedangkan di seluruh Indonesia menempati peringkat ke-41.
Beberapa kabupaten/kota se-Jawa Barat menunjukkan tren yang beragam pada tahun 2024. Kota Bekasi mengalami kenaikan pengeluaran kecantikan sebesar 50 persen menjadi 99.662 rupiah per kapita sebulan, tetap memegang peringkat 1. Kota Sukabumi mengalami penurunan 17,7 persen menjadi 75.365 rupiah, tetap di peringkat 2. Kota Cimahi naik 8,2 persen menjadi 71.954 rupiah, mempertahankan peringkat 3. Kota Bandung turun 7,2 persen menjadi 65.579 rupiah, berada di peringkat 5. Kota Tasikmalaya naik 3,7 persen menjadi 45.701 rupiah, berada di peringkat 6.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Lampung 2018 - 2024)
Kota Bekasi
Kota Bekasi menempati peringkat 1 dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar 1.908.316 rupiah tahun 2024, dengan pertumbuhan 22,4 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kota Bekasi sebesar 3.132.705 rupiah per kapita sebulan, mengalami kenaikan 9,4 persen. Pengeluaran makanan per kapita sebulan mencapai 1.224.388 rupiah, dengan pertumbuhan 21,3 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Bekasi memiliki kapasitas pengeluaran yang tinggi di berbagai kategori, termasuk kecantikan yang mengalami kenaikan signifikan tahun ini.
Kota Bogor
Kota Bogor menempati peringkat 2 dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar 1.561.420 rupiah tahun 2024, dengan pertumbuhan 50,1 persen dari tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran total makanan dan bukan makanan mengalami penurunan 15,5 persen menjadi 2.470.586 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran makanan per kapita sebulan mencapai 909.166 rupiah, dengan pertumbuhan 21 persen. Pengeluaran kecantikan di Kota Bogor turun drastis sebesar 54,3 persen menjadi 45.600 rupiah tahun 2024, yang membuat peringkatnya turun ke posisi ke-7 di Jawa Barat.
Kota Bandung
Kota Bandung menempati peringkat 3 dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar 1.382.176 rupiah tahun 2024, dengan pertumbuhan 12,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mengalami penurunan 14 persen menjadi 2.378.240 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran makanan per kapita sebulan mencapai 996.064 rupiah, dengan pertumbuhan 17,7 persen. Pengeluaran kecantikan di Kota Bandung turun 7,2 persen menjadi 65.579 rupiah tahun 2024, menempati peringkat ke-5 di Jawa Barat.